Akurat

Skema Baru Penyaluran Subsidi Energi Tak Kunjung Diumumkan, Begini Penjelasan Bahlil

Camelia Rosa | 17 Januari 2025, 14:47 WIB
Skema Baru Penyaluran Subsidi Energi Tak Kunjung Diumumkan, Begini Penjelasan Bahlil

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahil Lahadalia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengantongi data penerima bantuan langsung tunai (BLT) yang nantinya akan dialihkan menjadi penerima skema baru penyaluran subsidi energi. 

Namun diakuinya, data yang diterima dari BPS itu perlu diperbaiki lantaran masih tumpang tindih dengan data yang lain. Seperti diketahui, BPS sendiri telah ditunjuk sebagai koordinator atau penghimpun data dari pemangku kepentingan terkait, seperti PT Pertamina, PT PLN, hingga Kementerian Sosial.

"Sekarang BPS udah memberikan ke saya, tapi lagi kita memperbaiki lagi data-datanya. Kita itu kan, data kita ini kan belum solid ya. Data yang berhak menerima bantuan ataupun pengalihan daripada subsidi ini kan masih tumpang tindih," jelas Bahlil, dikutip Jumat (17/1/2025).
 
 
Bahlil pun menekankan dirinya tidak ingin penyaluran bbm subsidi energi ini diberikan kepada yang tidak berhak lagi.  "Saya tidak ingin karena tujuan subsidi itu kan diberikan kepada yang berhak menerimanya. Jangan sampai tujuan kita itu tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jadi ini yang kita hati-hati dengan data ini" tegasnya. 
 
Diakui Bahlil, hal ini pun mengakibatkan perubahan skema penyaluran subsidi energi, yaitu bahan bakar minyak (BBM dan listrik belum bisa diterapkan dalam waktu dekat dan harus kembali tertunda. Padahal, rencana itu sudah diungkapkan sejak awal Prabowo Subianto dilantik menjadi Presiden RI 20 Oktober 2024 lalu.
 
Sebelumnya, Bahlil memastikan bahwa perubahan skema penyaluran subsidi energi itu bakal diterapkan tahun ini. Pematangan data, sambungnya, dilakukan supaya tidak terjadi tumpang tindih mengingat ada perbedaan data milik Kementerian Sosial, PT Pertamina, maupun PT PLN.
 
Bahkan, sudah ada tiga kali perubahan data yang dilakukan oleh BPS. Kini, pemerintah tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan skema baru subsidi BBM dan listrik. "Sudah tiga kali perubahan, sudah tinggal sedikit lagi karena kita tidak ingin data-data penerima peralihan subsidi itu tidak tepat sasaran, karena ini temanya kan subsidi tepat sasaran," jabarnya beberapa waktu lalu. 
 
Ia juga menyatakan bahwa, skema baru subsidi energi berupa BBM dan listrik tidak akan jauh berbeda dari formula yang sering diungkapkan, yakni blending antara subsidi dan penyaluran BLT. Sehingga, BBM subsidi bakal tetap ada, namun hanya untuk kendaraan-kendaraan tertentu seperti transportasi umum.
 
Sementara, untuk masyarakat kelas bawah yang biasanya dapat membeli Pertalite akan mendapatkan kompensasi berupa BLT. "Kalau sudah final semua kita umumkan, termasuk skema dan lain-lainnya. Tapi yang pernah saya ngomong, itu tidak akan bergeser jauh-jauh dari situ (implementasi subsidi energi baru)," tukasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.