Kebakaran Los Angeles, Pemangkasan Anggaran Departemen Pemadaman Disorot
Demi Ermansyah | 12 Januari 2025, 20:13 WIB

AKURAT.CO Kebakaran besar yang menghancurkan Los Angeles telah membuka diskusi panas terkait kebijakan anggaran pemerintah kota. Beberapa pihak menilai bahwa pemotongan anggaran untuk departemen pemadam kebakaran menjadi salah satu penyebab lambatnya penanganan bencana ini.
Menurut Kepala Pemadam Kebakaran Los Angeles, Kristin Crowley, terang-terangan menyalahkan pemotongan anggaran sebagai penghambat kinerja timnya. Dalam wawancaranya dengan Fox11, Crowley mengatakan bahwa anggarannya telah dipotong, dan itu berdampak pada kemampuan mereka untuk memberikan pelayanan.
Wali kota Karen Bass, yang memotong lebih dari USD17 juta dari anggaran departemen pemadam kebakaran, membela tindakannya. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil pada masa sulit dalam pengelolaan anggaran kota. Namun, Bass bersikeras bahwa pengurangan tersebut tidak berdampak pada respons kebakaran hutan.
Krisis Air
Selain isu anggaran, kurangnya pasokan air untuk memadamkan api juga menjadi sorotan. Gubernur California Gavin Newsom telah meminta peninjauan kepada Departemen Air dan Tenaga Listrik Los Angeles terkait alasan mengapa hidran di zona kebakaran sering kekurangan air.
Menurut laporan Los Angeles Times, salah satu waduk di daerah tersebut ditutup untuk perbaikan ketika kebakaran terjadi. Hal ini semakin memperumit upaya pemadaman api. Newsom bahkan menyebut situasi ini "sangat mengkhawatirkan" dan meminta perhatian serius dari pihak terkait.
Kekacauan yang terjadi selama bencana ini, termasuk pemberitahuan evakuasi yang salah dikirimkan kepada jutaan orang, juga meningkatkan ketegangan di kalangan warga. Banyak yang mempertanyakan apakah kota terbesar kedua di Amerika Serikat ini memiliki sistem yang cukup matang untuk menangani bencana sebesar ini.
"Kami bingung harus ke mana. Semua pemberitahuan saling bertentangan," kata Sarah Collins, salah satu warga yang dievakuasi dari Palisades.
Oleh karena itu, dalam rangka untuk mengevaluasi kembali kebijakan anggarannya, terutama terkait alokasi untuk manajemen bencana. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










