Akurat

Harga Gandum India Meroket, Pabrik Penggilingan Tepung Terancam Tutup

Demi Ermansyah | 7 Januari 2025, 16:29 WIB
Harga Gandum India Meroket, Pabrik Penggilingan Tepung Terancam Tutup

AKURAT.CO Harga gandum di India beberapa waktu lalu kembali melonjak ke level tertinggi pada Senin, 6 Januari 2025. Usut punya usut penyebab utama kenaikan ini adalah pasokan yang kian terbatas di pasar, sementara permintaan dari pabrik penggilingan tepung terus meningkat. 

Disebutkan beberapa pabrik-pabrik di India bahkan rela membayar harga tinggi untuk memastikan operasional mereka tetap berjalan, meski seringkali masih kesulitan mendapatkan suplai yang cukup.

Merespon hal tersebut Direktur Utama Shivaji Roller Flour Mills, Ajay Goyal mengungkapkan bahwa pasokan gandum saat ini sangat minim. "Meski harga gandum telah mencapai rekor, kami tetap kesulitan mendapatkan kuantitas yang dibutuhkan untuk beroperasi penuh," ujarnya melalui lansiran Reuters, dikutip Selasa (7/1/2025).
 

Keterbatasan ini tidak hanya merugikan pelaku industri tetapi juga mendorong kenaikan harga produk berbasis gandum di pasar. Kebijakan pemerintah yang menetapkan batas maksimum stok gandum untuk pedagang pada Desember 2024 tampaknya belum efektif. 
 
Harga gandum tetap bertahan di level tinggi, mencapai 33.000 rupee (sekitar USD384,66) per ton, jauh di atas harga dukungan minimum sebesar 22.750 rupee.

Menurut pengamat pasar, salah satu solusi potensial adalah pemerintah memperbesar volume pelepasan cadangan gandum dari gudang negara. Hingga kini, Food Corporation of India (FCI) hanya melepas 100.000 ton gandum setiap minggu, sementara kebutuhan pasar jauh lebih besar. 
 
Rencana pemerintah untuk menjual 2,5 juta ton gandum dari cadangan hingga Maret 2025 juga dianggap tidak memadai, terutama jika dibandingkan dengan 10 juta ton yang dilepas pada musim sebelumnya.

Cadangan gandum di gudang FCI memang sedikit meningkat dibanding tahun lalu, yakni dari 19,2 juta ton menjadi 20,6 juta ton pada awal Desember 2024. Namun, jumlah ini tetap jauh di bawah rata-rata lima tahun terakhir sebesar 29,5 juta ton. Dengan cadangan yang terbatas, FCI kesulitan memenuhi kebutuhan pasar domestik, sehingga mendorong harga tetap tinggi.

Dampak dari kondisi ini mulai dirasakan masyarakat. Harga bahan pokok berbasis gandum meningkat, menekan daya beli konsumen. Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah tegas, situasi ini berpotensi memperburuk kondisi ekonomi secara menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.