Akurat

Harga Minyak Dunia Naik Tipis 0,2 Persen

Hefriday | 26 Desember 2024, 15:22 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tipis 0,2 Persen

AKURAT.CO Harga minyak mentah global mencatat kenaikan tipis pada perdagangan Kamis (26/12/2024) di tengah kondisi perdagangan yang sepi akibat libur akhir tahun. Sentimen positif datang dari harapan stimulus fiskal tambahan di China, yang merupakan importir minyak terbesar dunia, serta penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat yang diperkirakan akan mendukung harga.

Dikutip dari Reuters, Kontrak berjangka Brent mencatat kenaikan sebesar 11 sen atau 0,2%, mencapai harga USD 73,69 per barel pada pukul 01.48 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat diperdagangkan pada USD 70,25 per barel, naik 15 sen atau 0,2% dari harga penutupan sebelum Natal pada Selasa lalu.

Optimisme pasar terhadap langkah stimulus China menjadi salah satu pendorong utama. Pemerintah Tiongkok berencana meningkatkan dukungan fiskal untuk mendorong konsumsi domestik pada tahun mendatang. Langkah ini mencakup peningkatan subsidi untuk pensiun dan asuransi kesehatan warga serta perluasan program trade-in untuk barang-barang konsumsi, menurut pengumuman Kementerian Keuangan China pada Selasa.

Baca Juga: Trump Menangi Pilpres AS, Sri Mulyani: Berdampak pada Minyak Dunia

Selain itu, otoritas China juga dilaporkan akan menerbitkan obligasi khusus senilai CNY3 triliun (sekitar USD411 miliar) pada 2024. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Beijing untuk memperkuat stimulus fiskal dalam rangka menghidupkan kembali ekonomi yang lesu. Informasi ini dilaporkan oleh Reuters, mengutip dua sumber anonim.

“Harapan terhadap langkah stimulus dari China menjadi pendukung utama pasar,” kata Satoru Yoshida, seorang analis komoditas dari Rakuten Securities.

Ia menambahkan bahwa ekspektasi terhadap peningkatan produksi dan permintaan bahan bakar fosil, terutama setelah pergantian pemerintahan di Amerika Serikat, turut memberikan dorongan pada harga minyak.

Di sisi lain, penurunan persediaan minyak mentah dan bahan bakar di Amerika Serikat juga memperkuat pasar. Survei yang diperluas oleh Reuters pada Selasa menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di AS diperkirakan turun sekitar 1,9 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Desember. Sementara itu, persediaan bensin dan distilat diperkirakan masing-masing berkurang sebesar 1,1 juta barel dan 0,3 juta barel.

Sumber pasar yang mengutip data dari American Petroleum Institute (API) pada Selasa juga mengindikasikan adanya penurunan stok minyak mentah dan distilat di Amerika Serikat pada pekan lalu. Data terbaru dari Energy Information Administration (EIA), yang merupakan badan statistik Departemen Energi AS, dijadwalkan dirilis pada Jumat pukul 13.00 EST (18.00 GMT).

Dari sisi pasokan global, Libya menjadi salah satu sorotan. Perusahaan Minyak Nasional Libya (NOC) pada Rabu mengumumkan bahwa produksi minyak mentah negara tersebut pada 2024 telah melampaui target rata-rata 1,4 juta barel per hari. Capaian ini menunjukkan bahwa pasokan global tetap kuat meski terdapat sejumlah tantangan di pasar.

Secara keseluruhan, dinamika pasar minyak saat ini mencerminkan kombinasi faktor permintaan yang dipengaruhi oleh kebijakan fiskal serta pasokan global yang relatif stabil. Para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan terkait kebijakan Tiongkok, data persediaan minyak AS, dan tren produksi di negara-negara penghasil utama sebagai indikator untuk pergerakan harga minyak selanjutnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa