Data Inflasi AS Bikin The Fed Hati-hati Turunkan Suku Bunga

AKURAT.CO Data inflasi terbaru mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk lebih berhati-hati dalam mempercepat langkah penurunan suku bunga. Meski demikian, keputusan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat masih diantisipasi.
Investor yakin The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 0,25% dalam pertemuan pekan depan, menyusul laporan inflasi November yang sesuai dengan ekspektasi. Namun, tekanan harga yang masih tinggi menimbulkan kekhawatiran bahwa target inflasi 2% akan sulit tercapai.
Kekhawatiran ini dapat membuat para pejabat bank sentral meninjau kembali rencana pengurangan suku bunga pada 2025. Proyeksi terbaru dan prediksi suku bunga akan diumumkan setelah pertemuan The Fed pada 17-18 Desember mendatang di Washington.
Baca Juga: IHSG Melemah Hampir Satu Persen ke 7.394,24 di Tengah Optimisme Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Menurut Mantan Presiden Cleveland Fed, Loretta Mester, menyatakan bahwa pemangkasan 25 basis poin pada Desember sudah sesuai ekspektasi pasar. Namun, ia menilai rencana untuk tahun depan mungkin perlu ditinjau ulang, mengingat perlambatan penurunan inflasi.
"Sebab seperti yang sudah kita ketahui bersama, The Fed telah memangkas suku bunga sebanyak 0,5 persen tiga bulan lalu akibat kekhawatiran perlambatan pasar tenaga kerja. Pemangkasan Desember nanti diperkirakan menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,25%-4,5%, masih jauh di atas estimasi median 2,9%," tukasnya melalui lansiran Bloomberg, dikutip Kamis (12/12/2024).
Sejak September, inflasi menurun lebih lambat dari perkiraan, sementara pasar tenaga kerja tetap kuat. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan pentingnya pendekatan hati-hati dalam menurunkan suku bunga.
Data inflasi November menunjukkan inflasi inti konsumen naik 0,3% selama empat bulan berturut-turut, dengan tingkat tahunan mencapai 3,3%. Biaya perumahan mulai menurun, namun harga barang lainnya kembali naik, memicu kekhawatiran disinflasi telah melambat.
Pejabat The Fed juga menyoroti pentingnya memahami tingkat suku bunga netral, yang tidak merangsang atau memperlambat ekonomi.
Penyesuaian suku bunga akan dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari dampak negatif pada pasar tenaga kerja atau risiko memicu inflasi kembali meningkat. Powell menegaskan bahwa The Fed akan lebih cermat menentukan kebijakan suku bunga yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










