“Dalam jangka panjang, suku bunga akan berada di level yang tidak terlalu mendorong atau membebani ekonomi. Namun, kecepatan penurunannya akan melambat," paparnya melalui lansiran Bloomberg, Senin (9/12/2024).
Menurut data yang diperoleh, suku bunga netral yang dianggap tidak merangsang maupun menahan laju ekonomi diperkirakan berada di kisaran 2,4% hingga 3,8%, dengan median sebesar 2,9%. Angka ini telah mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir.
“Kami semua masih mencari tahu di mana sebenarnya titik netral itu berada,” katanya.
Tak sampai disitu dirinya juga menegaskan bahwa jeda pemangkasan suku bunga mungkin terjadi jika ada perubahan signifikan pada inflasi atau pasar kerja.
Sebab hingga kini, The Fed telah menurunkan suku bunga sebesar 0,75% sejak September, dan pada pertemuan terakhir tahun ini, ada kemungkinan penurunan lagi sebesar 0,25%.
Namun, tambahnya, para investor dan ekonom memprediksi laju pemotongan akan semakin melambat, dengan hanya dua hingga tiga kali tambahan pemangkasan pada 2025.
Oleh karena itu, melihat dinamika tersebut, Goolsbee optimistis bahwa kebijakan moneter yang lebih hati-hati dapat mampu membantu menjaga keseimbangan ekonomi di tengah tekanan inflasi dan perubahan pasar tenaga kerja.
"Tetap harus waspada dan berhati-hati dalam menentukan hal tersebut," ucapnya.
Sebagai informasi, saat ini pasar tenaga kerja menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Perekrutan tenaga kerja meningkat pada November dengan tambahan 227.000 pekerja, setelah sempat terganggu badai dan pemogokan di Oktober.
Pertumbuhan upah bahkan melampaui ekspektasi. Namun, angka ini diikuti oleh kenaikan tingkat pengangguran, yang membuat para pembuat kebijakan menanti data inflasi pekan depan sebelum rapat pada 17-18 Desember.