Ingin Gelontorkan Stimulus, PM Jepang Hadapi Tantangan Politik

AKURAT.CO Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba saat ini sedang menghadapi tantangan politik yang besar saat memperjuangkan paket stimulus ekonomi terbarunya. Dengan koalisi pemerintah kehilangan mayoritas di parlemen setelah pemilu Oktober lalu, Ishiba harus bekerja keras untuk mendapatkan dukungan dari partai oposisi demi meloloskan kebijakan tersebut.
Pada Jumat (22/11/2024), Ishiba mengumumkan paket stimulus senilai JPY39 triliun (sekitar Rp4.021 triliun), meskipun pengeluaran aktualnya diperkirakan hanya JPY13,9 triliun (sekitar Rp1.433 triliun).
Untuk memastikan rencana ini disetujui, Ishiba mencapai kesepakatan dengan Partai Demokrat untuk Rakyat (DPP), partai oposisi kecil yang memberikan dukungan dengan syarat peningkatan batas penghasilan bebas pajak.
Baca Juga: Susul China, Jepang Siapkan Stimulus Ekonomi
Kesepakatan ini memberikan pijakan lebih kuat bagi Ishiba untuk menghadapi tantangan politik selanjutnya, termasuk pembahasan anggaran tahunan untuk tahun fiskal mendatang.
Namun, kompromi ini juga menempatkan pemerintahannya dalam posisi sulit, terutama ketika menyangkut isu sensitif seperti rencana kenaikan pajak untuk mendukung belanja pertahanan.
“Langkah ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga uji coba kemampuan Ishiba untuk memimpin dalam situasi politik yang penuh tekanan,” ucap seorang analis politik di Tokyo melalui lansiran Bloomberg.
Meski menghadapi kritik dari oposisi besar dan survei publik yang menunjukkan tingkat persetujuan kabinet hanya 41%, Ishiba tetap optimis. Ia berharap kebijakan stimulus ini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahannya.
Di sisi lain, tekanan dari oposisi membuat parlemen menjadi lebih dinamis. Partai-partai oposisi kini memiliki pengaruh lebih besar untuk mendorong agenda mereka, seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penghapusan beberapa kebijakan fiskal yang dinilai tidak efektif.
Dengan ujian demi ujian yang menanti, paket stimulus ini menjadi langkah strategis bagi Ishiba untuk memperkuat posisi pemerintahannya. Apakah ini cukup untuk mengatasi tantangan politik yang lebih besar di masa depan, hanya waktu yang akan menjawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini









