Akurat

China Siap Buka Dialog Ekonomi dengan AS

Yosi Winosa | 22 November 2024, 20:35 WIB
China Siap Buka Dialog Ekonomi dengan AS

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan China, Wang Shouwen, menyatakan negaranya siap menjalin dialog aktif dengan Amerika Serikat (AS) berdasarkan prinsip saling menghormati. Komitmen ini bertujuan mendorong pengembangan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral.

Wang, yang juga menjabat sebagai Perwakilan Perdagangan Internasional China, optimis negaranya mampu mengatasi tantangan eksternal, termasuk dampak kebijakan tarif yang mungkin diterapkan oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump. 

“Kami percaya hubungan ekonomi dan perdagangan antara China dan AS akan tetap stabil, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya melalui lansiran Reuters, dikutip Jumat (22/11/2024).
 
Baca Juga: Untung Rugi RI Dagang dengan China

Meski ancaman Trump soal tarif lebih dari 60% pada barang-barang China memicu kekhawatiran di kalangan produsen, China tetap fokus memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan dengan AS. 
 
Sementara itu, eksportir China tengah bersiap menghadapi potensi gangguan perdagangan yang dapat mendorong relokasi pabrik ke kawasan Asia Tenggara dan wilayah lain.

Menurut ekonom yang disurvei Reuters, tarif hingga 40% pada barang China awal tahun depan berpotensi mengurangi pertumbuhan ekonomi China hingga 1%. Menanggapi hal ini, pemerintah China meluncurkan kebijakan baru untuk mendukung perdagangan luar negeri, seperti memperkuat pembiayaan untuk perusahaan dan meningkatkan ekspor produk pertanian.

Dalam hal nilai tukar, yuan China yang sempat menguat 10% selama 18 bulan pertama masa jabatan Trump, kemudian merosot 12% akibat tarif dan pandemi. Menurut Pejabat Bank Sentral China, Liu Ye mengatakan nilai tukar yuan akan tetap stabil di tingkat yang wajar. 
 
“Kami akan memastikan fleksibilitas yuan sembari menjaga ekspektasi pasar tetap seimbang,” jelas Liu.

Untuk menghadapi risiko mata uang, perusahaan-perusahaan China kini lebih banyak menyimpan dolar, menetapkan kontrak dalam yuan, dan membuka jalur impor. Strategi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi dalam menghadapi gejolak perdagangan di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.