Menkeu Taksir Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,1 Persen di 2024
Yosi Winosa | 19 Oktober 2024, 02:48 WIB

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 mencapai 5,1%. Proyeksi ini didasarkan pada pemantauan perkembangan ekonomi nasional yang stabil, meskipun dihadapkan pada ketidakpastian global yang terus meningkat.
Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Jumat (18/10/2024). "Dengan perkembangan ekonomi yang kita pantau dan prediksi hingga akhir 2024, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun mencapai 5,1%," ujar Sri Mulyani.
Selain memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2024, Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2025 diperkirakan akan mencapai 5,2%, sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Angka ini diyakini tetap terjaga berkat terpeliharanya permintaan domestik yang kuat serta penerapan berbagai langkah reformasi struktural.
Selain memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2024, Sri Mulyani juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2025 diperkirakan akan mencapai 5,2%, sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Angka ini diyakini tetap terjaga berkat terpeliharanya permintaan domestik yang kuat serta penerapan berbagai langkah reformasi struktural.
Baca Juga: Belajar dari Kegagalan Jokowi Raih Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen
"Pertumbuhan ekonomi 2025 diperkirakan sebesar 5,2%, terutama dengan terjaganya permintaan domestik dan langkah-langkah reformasi struktural yang terus dijalankan untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat struktur perekonomian Indonesia," tegas Sri Mulyani.
Reformasi ini, menurutnya, termasuk dalam upaya penyerapan tenaga kerja yang lebih luas dan peningkatan investasi, khususnya di sektor hilirisasi. Hilirisasi ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi ekonomi nasional, terutama dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Meski pertumbuhan ekonomi nasional diprediksi positif, KSSK tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko eksternal yang dinamis, terutama yang bersumber dari ketidakstabilan ekonomi global dan eskalasi geopolitik.
"Pertumbuhan ekonomi 2025 diperkirakan sebesar 5,2%, terutama dengan terjaganya permintaan domestik dan langkah-langkah reformasi struktural yang terus dijalankan untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat struktur perekonomian Indonesia," tegas Sri Mulyani.
Reformasi ini, menurutnya, termasuk dalam upaya penyerapan tenaga kerja yang lebih luas dan peningkatan investasi, khususnya di sektor hilirisasi. Hilirisasi ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi ekonomi nasional, terutama dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Meski pertumbuhan ekonomi nasional diprediksi positif, KSSK tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko eksternal yang dinamis, terutama yang bersumber dari ketidakstabilan ekonomi global dan eskalasi geopolitik.
Sri Mulyani menggarisbawahi bahwa kuartal IV-2024 menjadi periode krusial untuk memantau dinamika ini, seiring dengan ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah. "Kami meningkatkan kewaspadaan di tengah berbagai risiko, terutama yang berasal dari eksternal yang dinamis dan potensi rambatannya terhadap perekonomian dan stabilitas sektor keuangan di dalam negeri," jelas Sri Mulyani.
Ketegangan geopolitik yang melibatkan Israel dan Palestina, ditambah dengan potensi konfrontasi langsung dengan Iran, telah memperburuk ketidakpastian di pasar keuangan global. Eskalasi konflik ini, menurut Sri Mulyani, perlu diwaspadai secara serius karena dampaknya yang bisa meluas ke perekonomian global, termasuk Indonesia.
Ketegangan geopolitik yang melibatkan Israel dan Palestina, ditambah dengan potensi konfrontasi langsung dengan Iran, telah memperburuk ketidakpastian di pasar keuangan global. Eskalasi konflik ini, menurut Sri Mulyani, perlu diwaspadai secara serius karena dampaknya yang bisa meluas ke perekonomian global, termasuk Indonesia.
Di tengah dinamika global yang tidak menentu, pemerintah Indonesia tetap optimis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1% pada 2024 dan 5,2% pada 2025. Melalui reformasi struktural yang berkelanjutan, peningkatan investasi, dan penyerapan tenaga kerja, perekonomian Indonesia diharapkan tetap kuat dan stabil.
Namun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas, khususnya dalam menghadapi dampak dari ketidakpastian global yang terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










