RI Diganjar Rating BBB+ dari R&I, Menko Airlangga: Tegaskan Kepercayaan Internasional

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menunjukkan optimisme dalam menghadapi tantangan perekonomian global. Merespon hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa meski tekanan eksternal mempengaruhi aktivitas ekonomi, inflasi tetap terkendali dan indikator ekonomi lainnya menunjukkan perkembangan positif.
"Jika dilihat dari Rating and Investment Information, Inc. (R&I) telah mengafirmasi peringkat Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BBB+ dengan outlook positif. Secara tidak langsung hal ini menegaskan kepercayaan Internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia, yang diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5 hingga 5,2 persen pada tahun 2024," paparnya di Jakarta, Senin (7/10/2024).
Lebih lanjut Airlangga menjelaskan bahwa, sinergi antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga diakui berhasil memberikan fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca Juga: RI Diganjar Peringkat BBB+ dari R&I, Gubernur BI: Kepercayaan Internasional Kuat
"Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia juga menunjukkan peningkatan menjadi 49,2 pada September 2024, setelah sebelumnya berada di level 48,9 pada Agustus. Meski masih dalam kondisi kontraksi, Indonesia berhasil mencatatkan angka yang lebih baik dibandingkan beberapa negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia dan Thailand," paparnya.
Oleh karena itu, dalam rangka mempertahankan momentum positif, Airlangga menyoroti pentingnya peningkatan industri manufaktur melalui berbagai kebijakan.
"Pemerintah akan terus mengoptimalkan implementasi kebijakan peningkatan industri manufaktur seperti hilirisasi sumber daya alam, penggunaan produk dalam negeri, substitusi impor, serta pengembangan sumber daya manusia dan teknologi melalui program Making Indonesia 4.0," tambahnya.
Pemerintah, lanjutnya, juga berkomitmen untuk memastikan pasokan pangan yang cukup, menjaga stabilitas harga, serta mendorong pemulihan sektor-sektor vital seperti industri manufaktur, konstruksi, dan pertanian.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendukung stabilitas ekonomi serta memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat, yang masih menunjukkan tren penguatan.
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia. Dengan berbagai upaya dan kebijakan yang telah dilakukan, diharapkan stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus terjaga," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








