Deflasi 5 Bulan Beruntun, Menko Airlangga: Sinyal Positif ke Ekonomi Indonesia
Demi Ermansyah | 2 Oktober 2024, 23:17 WIB

AKURAT.CO Indonesia kembali mencatat deflasi sebesar 0,12% secara bulanan pada September 2024, menandai tren deflasi yang telah terjadi selama lima bulan berturut-turut.
Merespon hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemerintah terus bekerja keras menekan inflasi, terutama dengan menjaga pertumbuhan inflasi inti sebagai indikator kesehatan ekonomi nasional. Dalam hal ini, fokus utama pemerintah adalah menekan komponen inflasi yang dianggap paling sensitif terhadap perubahan harga, terutama pangan yang bergejolak.
Inflasi inti, yang merepresentasikan kondisi ekonomi secara fundamental, menjadi perhatian utama pemerintah. Airlangga menjelaskan bahwa jika inflasi inti tumbuh, ini mengindikasikan bahwa ekonomi juga sedang tumbuh. Untuk menjaga stabilitas ini, pemerintah berupaya mengendalikan harga pangan yang menjadi kontributor utama inflasi.
Inflasi inti, yang merepresentasikan kondisi ekonomi secara fundamental, menjadi perhatian utama pemerintah. Airlangga menjelaskan bahwa jika inflasi inti tumbuh, ini mengindikasikan bahwa ekonomi juga sedang tumbuh. Untuk menjaga stabilitas ini, pemerintah berupaya mengendalikan harga pangan yang menjadi kontributor utama inflasi.
“Sebab yang diperangi oleh pemerintah adalah volatile food,” jelasnya pada saat acara Sarasehan dengan Kadin Indonesia, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga: Terus Deflasi, RI Dihantui Krisis?
Langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah mencakup pengawasan mingguan terhadap inflasi daerah, tambahnya, dimana pemerintah daerah didorong untuk berperan aktif dalam mengendalikan inflasi di wilayahnya masing-masing, terutama dalam menghadapi peningkatan harga bahan pangan seperti cabai dan bawang yang sering kali menjadi penyebab utama kenaikan inflasi.
Langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh pemerintah mencakup pengawasan mingguan terhadap inflasi daerah, tambahnya, dimana pemerintah daerah didorong untuk berperan aktif dalam mengendalikan inflasi di wilayahnya masing-masing, terutama dalam menghadapi peningkatan harga bahan pangan seperti cabai dan bawang yang sering kali menjadi penyebab utama kenaikan inflasi.
Dirinya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar tidak ada ketergantungan sepenuhnya pada pemerintah pusat dalam menangani isu inflasi. Penurunan inflasi yang ditunjukkan oleh deflasi pada beberapa bulan terakhir merupakan bukti dari keberhasilan langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan pangan yang memadai.
Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan impor beras untuk menjaga ketersediaan stok saat produksi dalam negeri mengalami penurunan dan harga mulai terkerek naik. “Ini karena ada extra effort oleh pemerintah menurunkan volatile food,” ungkap Airlangga.
Pemerintah juga telah melakukan langkah-langkah tambahan dalam menjaga stabilitas harga dengan mempertimbangkan kebijakan yang sifatnya adaptif terhadap kondisi pasar. Airlangga menyebut bahwa pemerintah akan terus menjaga inflasi dalam kisaran target yang telah ditetapkan, yaitu di level 2,5% dengan toleransi plus-minus 1%.
"Tentunya kondisi ini dianggap sebagai tanda bahwa kerja pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi berjalan efektif dan sesuai rencana," paparnya.
Seperti yang diketahui, sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi secara tahunan (year on year) mencapai 1,84%, sementara inflasi secara kumulatif tahun ini (year to date) mencapai 0,74%.
Seperti yang diketahui, sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi secara tahunan (year on year) mencapai 1,84%, sementara inflasi secara kumulatif tahun ini (year to date) mencapai 0,74%.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa inflasi nasional masih terkendali dan berada dalam target yang telah ditetapkan, menandakan bahwa langkah pemerintah dalam mengatasi tantangan ekonomi, terutama yang disebabkan oleh fluktuasi harga pangan, telah membuahkan hasil yang positif.
Secara keseluruhan, pemerintah terus berkomitmen untuk mengendalikan inflasi dengan berbagai kebijakan dan program yang melibatkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.
Secara keseluruhan, pemerintah terus berkomitmen untuk mengendalikan inflasi dengan berbagai kebijakan dan program yang melibatkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.
"Dengan adanya langkah-langkah pengendalian harga yang lebih baik, diharapkan stabilitas ekonomi Indonesia dapat terus terjaga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tren deflasi selama lima bulan berturut-turut ini menjadi sinyal positif bahwa ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah yang lebih stabil, dengan pertumbuhan inflasi inti yang tetap terkendali," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









