Akurat

Begini Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed ke Perekonomian Global

Demi Ermansyah | 19 September 2024, 13:31 WIB
Begini Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed ke Perekonomian Global

AKURAT.CO Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) telah membuat langkah tegas dengan menurunkan suku bunga dan berkomitmen untuk tidak tertinggal dalam upaya pelonggaran kebijakan. Langkah ini telah mempengaruhi arah kebijakan ekonomi global.

Di Eropa dan negara-negara maju lainnya, yang biasanya mengklaim bahwa keputusan Washington tidak langsung mempengaruhi kebijakan mereka, pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell memberikan sedikit kelegaan dengan menegaskan bahwa ekonomi AS masih berada dalam kondisi yang baik.
 
Bagi negara berkembang, penurunan suku bunga The Fed sebesar setengah poin memberikan keringanan pada tekanan nilai tukar yang sebelumnya terdampak oleh tingginya suku bunga AS selama bertahun-tahun. Hal ini juga memberi negara-negara tersebut keleluasaan untuk menyesuaikan kebijakan suku bunga mereka, seperti yang dilakukan Indonesia dengan penurunan mengejutkan sebelum langkah The Fed.
 
 
Powell dan timnya berisiko menimbulkan kekhawatiran publik bahwa resesi mendekat dengan penurunan suku bunga yang lebih besar dari perkiraan. Namun, Powell menyatakan bahwa keputusan The Fed untuk bersikap hati-hati sebelumnya telah memberikan keuntungan, dengan inflasi yang sempat melonjak kini mulai terkendali.
 
Penurunan suku bunga pada Rabu (18/9/2024) oleh The Fed mengisyaratkan bahwa mereka tidak ingin tertinggal dalam menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi global. Meskipun awalnya disambut optimis oleh investor, pasar saham AS akhirnya ditutup dengan penurunan moderat.
 
“Pemangkasan suku bunga The Fed akan mempengaruhi kebijakan bank sentral lain dan membuat pasar memperkirakan perlambatan ekonomi AS, yang berpotensi memicu perlambatan ekonomi global,” kata Stefan Gerlach, Kepala Ekonom EFG Bank di Zurich dan mantan wakil gubernur Bank Sentral Irlandia.
 
Meskipun Bank Sentral Eropa (ECB) menekankan bahwa keputusan mereka didasarkan pada data ekonomi, mereka tetap mengakui bahwa kebijakan moneter AS memiliki dampak signifikan bagi zona euro. ECB bahkan mungkin mempertimbangkan penurunan suku bunga pada Oktober, meski peluangnya kecil.
 
Menurut penelitian Institute of International Finance, perubahan suku bunga AS telah menjadi faktor penting dalam keputusan kebijakan Eropa sejak 2021. Perbedaan suku bunga dengan The Fed bisa mempengaruhi kawasan euro, misalnya dengan risiko apresiasi euro yang berlebihan, penurunan ekspor, atau pelemahan ekonomi.
 
Di negara berkembang, beberapa bank sentral, seperti di Teluk Persia yang mata uangnya terkait dengan dolar AS, serta Hong Kong, mengikuti jejak The Fed dengan menurunkan suku bunga sebesar setengah poin. Sementara itu, Bank Sentral Inggris diperkirakan tidak akan mengubah suku bunganya, sedangkan Bank Sentral Afrika Selatan diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin.
 
Reaksi negara berkembang dengan mata uang yang lebih fleksibel tidak selalu sejalan dengan langkah The Fed. Menurut Bloomberg Economics, bank sentral di negara berkembang mungkin akan memotong suku bunga lebih sedikit dibandingkan dengan The Fed.
 
Bank Indonesia, misalnya, telah lebih dulu menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin pada Rabu (18/9/2024), memberi ruang bagi negara-negara seperti Korea Selatan dan India untuk ikut menyesuaikan kebijakan mereka.
 
Di Jepang, di mana Bank Sentral baru memulai kebijakan pengetatan, keputusan The Fed dapat mempengaruhi kebijakan mereka di masa depan. Sementara Bank Sentral Jepang diperkirakan tidak akan mengubah suku bunganya pada Jumat, proyeksi terbaru di Oktober dapat memicu kemungkinan kenaikan suku bunga di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.