AKURAT.CO Harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan ini tercatat sebesar USD139/ton, turun 0,47% dari hari sebelumnya.
Meskipun begitu, dalam sepekan terakhir, harga batu bara mengalami kenaikan tipis sebesar 0,18% secara point-to-point, meskipun selama sebulan terakhir telah turun 5,12%.
Dilansir Bloomberg, China dikabarkan menjadi faktor negatif bagi batu bara. Pada bulan Agustus, pembangkit listrik berbasis batu bara di China hanya tumbuh 3,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan total pembangkit listrik yang naik 5,8% yoy dan pertumbuhan pembangkit listrik tenaga air yang mencapai 10,7% yoy.
Energi baru dan terbarukan menunjukkan pertumbuhan yang lebih mengesankan. Pembangkit listrik tenaga surya meningkat 21,7% yoy, tenaga angin tumbuh 6,6% yoy, dan nuklir naik 4,9% yoy.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa batu bara semakin ditinggalkan, bahkan di China yang merupakan konsumen dan importir batu bara terbesar di dunia. Secara teknis, pada time frame harian, batu bara masih berada dalam zona bullish.
Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 50,19. RSI di atas 50 menandakan tren bullish, tetapi karena angkanya hanya sedikit di atas 50, situasinya relatif netral.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 27,87, yang menunjukkan posisi jual yang cukup kuat. Dalam waktu dekat, harga batu bara masih berpotensi naik.
Saat ini, harga berada di pivot point USD 139/ton dan kemungkinan akan menguji Moving Average (MA) 5 di USD 141/ton. Sedangkan target support terdekat adalah USD137/ton, dan jika level ini ditembus, USD132/ton bisa menjadi target berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







