Suku Bunga The Fed Ditaksir Tak Akan Turun Melewati 3 Persen
Demi Ermansyah | 6 September 2024, 10:23 WIB

AKURAT.CO Pendiri Oaktree Capital Management LP, Howard Marks memproyeksikan bahwa suku bunga Amerika Serikat akan turun ke kisaran 3% hingga 4% pasca penurunan yang direncanakan oleh Federal Reserve.
Di mana hal tersebut ia sampaikan pada saat konferensi di Melbourne melalui lansiran Bloomberg, dirinya menyatakan keyakinannya bahwa suku bunga tidak akan kembali ke level rendah yang pernah terlihat sebelumnya, mencerminkan pandangannya terhadap perubahan kondisi ekonomi global yang menuju normal baru.
"The Fed akan mengurangi suku bunga darurat dari 5,25 persen atau 5,5 persen ke level 3 persen. Saya yakin suku bunga akan stabil di 3 persen, dan kita tidak akan kembali ke level yang sangat rendah seperti 0 persen, 0,5 persen, atau 1 persen," paparnya.
Oleh karena itu, tambahnya, The Fed diharapkan segera memulai penurunan suku bunga bulan ini, meskipun masih ada perdebatan soal seberapa cepat mereka akan menurunkannya.
Bahkan para analis memperkirakan penurunan sebesar 50 basis poin, sementara yang lain lebih realistis dengan prediksi penurunan 0,25% pada pertemuan The Fed tanggal 17-18 September di Washington mendatang.
Marks mengatakan bahwa kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed beberapa waktu terakhir disebabkan oleh "keadaan darurat" inflasi, namun ia merasa "keadaan darurat itu sekarang sudah berlalu."
Seperti yang diketahui, Oaktree merupakan salah satu perusahan yang mengelola dana sebesar USD193 miliar per 30 Juni dalam berbagai strategi investasi, termasuk kredit, ekuitas swasta, real estat, dan ekuitas terbuka.
Marks juga menyebut bahwa meski pertumbuhan ekonomi mungkin lambat dan margin keuntungan bisa tergerus, kita akan kembali ke kondisi yang lebih "normal." Namun, normal kali ini akan berbeda dari apa yang kita lihat selama 40 tahun terakhir, dengan siklus ekonomi dan investasi yang penuh pasang surut.
Sedangkan mengenai China, Marks yakin bahwa negara tersebut tidak akan mengisolasi diri dari dunia, karena untuk mencapai target pertumbuhan 5%, mereka butuh kerja sama global. "Mereka tidak akan meninggalkan dunia internasional," tuturnya.
Marks mengatakan bahwa kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed beberapa waktu terakhir disebabkan oleh "keadaan darurat" inflasi, namun ia merasa "keadaan darurat itu sekarang sudah berlalu."
Seperti yang diketahui, Oaktree merupakan salah satu perusahan yang mengelola dana sebesar USD193 miliar per 30 Juni dalam berbagai strategi investasi, termasuk kredit, ekuitas swasta, real estat, dan ekuitas terbuka.
Marks juga menyebut bahwa meski pertumbuhan ekonomi mungkin lambat dan margin keuntungan bisa tergerus, kita akan kembali ke kondisi yang lebih "normal." Namun, normal kali ini akan berbeda dari apa yang kita lihat selama 40 tahun terakhir, dengan siklus ekonomi dan investasi yang penuh pasang surut.
Sedangkan mengenai China, Marks yakin bahwa negara tersebut tidak akan mengisolasi diri dari dunia, karena untuk mencapai target pertumbuhan 5%, mereka butuh kerja sama global. "Mereka tidak akan meninggalkan dunia internasional," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








