Akurat

BI Sebut RI Masih Selamat dari Perlambatan Ekonomi Global

Silvia Nur Fajri | 21 Agustus 2024, 17:49 WIB
BI Sebut RI Masih Selamat dari Perlambatan Ekonomi Global

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat adanya perlambatan ekonomi global yang signifikan, terutama di Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari penurunan yield pada obligasi pemerintah AS tenor 2 dan 10 tahun.

Menurut Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, perlambatan ekonomi ini juga berimbas pada pelemahan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia. "Perlambatan ekonomi Anderika Serikath berdampak pada meningkatkan pengantinan dan menurutnya invasi yang lebih cepat ke arah sasaran invasi jangka panjangnya,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada (21/8/2024).

Kondisi ini turut mendorong kuatnya ekspektasi penurunan debt fund rate yang lebih cepat dan lebih besar dari perkembangan. Penurunan nilai tukar dolar AS turut mempengaruhi pasar uang global, menambah ketidakpastian dalam perdagangan internasional.

Baca Juga: BI Waspadai 3 Rambatan Ekonomi Global

Dalam konteks ini, Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Pada kuartal kedua 2024, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,09% year-on-year, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. "Pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2024 sebesar 5,09 persen year-on-year, terutama dihubung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi,” jelasnya.

Kinerja positif ini tercermin dalam peningkatan ekspor yang signifikan. Indonesia berhasil meningkatkan ekspor, didorong oleh permintaan global yang tinggi dan kenaikan ekspor jasa. Namun, meskipun ekonomi domestik menunjukkan pertumbuhan yang stabil, risiko global tetap menjadi perhatian. Ketidakpastian politik dan ekonomi di Amerika Serikat dapat mempengaruhi sentimen pasar global. 

"Ke depan, risiko terkait dengan perkawatan resesi ekonomi Amerika Serikat dan dinamika geopolitik di berbagai belahan ekonomi dunia, termasuk di Amerika, sejalan dengan proses pemilihan umum di sana perlu diterus diikuti," ujar Perry.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Indonesia berhasil menarik aliran modal asing yang signifikan, memperkuat posisi mata uang dan cadangan devisa. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan global dan domestik untuk memastikan stabilitas ekonomi. 

“Berlanjutnya proyek strategis nasional diperkirakan dapat meningkatkan investasi, khususnya investasi swasta. Kondisi ini memerlukan kehati-hatian dalam merumuskan respon perusahaan dari ramahkan ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik," tandas Perry.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.