Kemiskinan di Desa Turun 6,5 Persen, Wamenkeu Thomas: Dampak Positif Dana Desa

AKURAT.CO Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI II, Thomas Dhiwandono atau Tommy Djiwandono, mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di desa menunjukkan penurunan signifikan. Kemudian, ia mengungkapkan bahwa data terbaru menunjukkan keberhasilan program dana desa dalam mengurangi angka kemiskinan di perdesaan.
"Kami sangat senang melaporkan bahwa tingkat kemiskinan di desa telah mengalami penurunan yang cukup berarti," ujarnya dalam sambutannya di acara 'Seminar KKIP Kementerian Keuangan: Tranparansi Dana Desa dan Pengetesan Kemiskinan', di Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di pedesaan turun dari 15,4 juta orang pada Maret 2021 menjadi 14,4 juta orang pada September 2022. "Penurunan ini mencerminkan dampak positif dari penggunaan dana desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," tambahnya.
Baca Juga: Wamenkeu Thomas Ajak Pegawai PPID Jaga Transparansi
Menurut Thomas, keberhasilan ini tidak terlepas dari peningkatan alokasi dana desa yang kini mencapai Rp71 triliun pada anggaran 2024. "Dana desa yang dialokasikan kepada 75.259 desa di seluruh Indonesia berperan penting dalam mendukung pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan," jelasnya.
Selanjutnya, Tommy juga mengapresiasi peran serta kepala desa dalam mengelola dana desa dengan baik. Ia memberikan contoh Desa Ketepan Rame yang berhasil mengelola dana desa secara efektif dan meraih penghargaan Desa Wisata Terbaik 2023.
"Kepala Desa Ketepan Rame adalah contoh nyata dari keberhasilan pengelolaan dana desa yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan ini, ia mengharapkan agar penurunan angka kemiskinan di desa dapat terus berlanjut dengan dukungan dan transparansi dalam pengelolaan dana desa. "Kami akan terus berkomitmen untuk memastikan bahwa dana desa digunakan dengan tepat sasaran dan efektif dalam mengurangi kemiskinan," tukasnya.
Selain itu, Tommy juga menambahkan bahwa transparansi dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk mempertahankan keberhasilan ini. "Dengan keterbukaan informasi dan akuntabilitas, kita bisa memastikan bahwa semua dana yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








