BI Waspadai 3 Rambatan Ekonomi Global

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Bank Indonesia memfokuskan perhatian pada tiga aspek utama dari dampak rambatan global yang mempengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia.
Kemudian, Perry menjelaskan bahwa ketiga aspek tersebut adalah kebijakan moneter yang tidak sinkron di berbagai negara, tingginya utang luar negeri, dan perkembangan nilai tukar. "Pertama, kami memantau ketidaksinkronan kebijakan moneter di negara-negara besar, terutama Amerika Serikat, yang dapat mempengaruhi pasar global," kata Perry di Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Ditambahkan, perbedaan dalam kebijakan moneter antara AS dan negara-negara lain seperti Eropa dan Inggris dapat menimbulkan volatilitas di pasar keuangan global. Perry juga menyoroti tingginya utang luar negeri yang dimiliki oleh negara-negara maju, termasuk Amerika Serikat. "Utang luar negeri yang tinggi dapat berdampak pada suku bunga global, terutama pada obligasi pemerintah AS," jelas Perry.
Baca Juga: Gubernur BI Sebut Ada Kemungkinan The Fed Turunkan Bunga pada September 2024
Ia menjelaskan bahwa tingginya utang ini berpotensi meningkatkan suku bunga jangka pendek dibandingkan dengan jangka panjang, yang dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan. Aspek ketiga yang diperhatikan adalah perkembangan nilai tukar, di mana Perry mencatat bahwa dolar AS masih kuat meskipun ada kelemahan di mata uang negara lain. "Kekuatan dolar AS masih tinggi, terutama karena mata uang negara lain seperti euro, pound, dan yen melemah," tambahnya.
Selain itu, Perry menjelaskan bahwa kondisi ini dapat menambah tekanan pada nilai tukar rupiah. Serta, ia mengungkapkan bahwa dampak dari ketiga aspek ini dapat memengaruhi arus modal dan stabilitas nilai tukar. "Kami terus memantau dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global," kata Perry.
Ia menambahkan bahwa intervensi pasar menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk mengurangi volatilitas. Dalam menghadapi tantangan ini, BI berkoordinasi erat dengan lembaga terkait untuk mengelola dampak dari kerambatan global. "Kami bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga lainnya untuk memastikan bahwa kebijakan kami efektif dalam menghadapi risiko global," jelas Perry.
Ia menekankan pentingnya koordinasi untuk menjaga kestabilan ekonomi domestik. Perry juga mengungkapkan bahwa meskipun tantangan global signifikan, BI tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik. "Kami akan terus melakukan langkah-langkah proaktif untuk memastikan bahwa ekonomi Indonesia tetap stabil dan tumbuh secara berkelanjutan," ujarnya.
BI bertekad untuk mengatasi tantangan global dengan kebijakan yang tepat dan efektif. Sebagai langkah lanjutan, Perry menyatakan bahwa Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan global dan menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan. Serta, ia menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
"Kami akan tetap fleksibel dan responsif terhadap perubahan kondisi global untuk melindungi stabilitas ekonomi domestik," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










