Pertumbuhan Ekonomi Uni Eropa Tembus 0,3 Persen di Kuartal II-2024

AKURAT.CO Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang disesuaikan secara musiman di zona euro dan kawasan Uni Eropa (UE) meningkat 0,3% pada kuartal kedua2024, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, demikian data awal kantor statistik UE Eurostat yang dirilis Selasa (30/7).
Pada kuartal I-2024, kantor tersebut melaporkan, PDB di zona euro dan kawasan UE juga mengalami peningkatan sebesar 0,3%.
Melansir dari Xingua, Output Jerman mengalami kontraksi sebesar 0,1% pada kuartal II-2024, menurut data Eurostat. Prancis dan Spanyol mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 0,3% dan 0,8%.Tingkat pertumbuhan tertinggi dicatat oleh Irlandia, dengan peningkatan sebesar 1,2% pada kuartal II-2024.
Sebaliknya, Latvia mengalami penurunan pertumbuhan PDB yang cukup signifikan, yakni turun 1,1%, sementara Swedia dan Hongaria juga melaporkan pertumbuhan yang negatif.
Menurut Ekonom Senior di ING, Bert Colijn, kendati perekonomian zona euro mengalami pertumbuhan lebih cepat dari perkiraan pada kuartal II-2024, pemulihan tersebut masih dilakukan dengan hati-hati, yang ditopang oleh rendahnya angka pengangguran dan inflasi yang turun.
Baca Juga: Ekspor Gas Rusia ke Eropa Naik 24 Persen di Tengah Konflik dengan Ukraina
Colijn menuturkan bahwa tidak ada tanda-tanda akselerasi lebih lanjut perihal pertumbuhan ekonomi di zona euro. "Perbedaan-perbedaan di dalam zona euro tetap mencolok," ujar Colijn, sembari menyatakan bahwa Spanyol terus menjadi mesin pertumbuhan di zona euro, sementara Prancis terlihat lebih sehat dari perkiraan pada kuartal II-2024, kendati hal ini terutama disebabkan oleh dampak ekspor yang hanya terjadi satu kali saja.
"Jerman masih menjadi mata rantai yang lemah dalam perekonomian pascapandemi ini, dan kinerja keseluruhannya (tampak) lesu tanpa kontribusi Spanyol," imbuhnya.
Colijn mengungkapkan kekhawatirannya perihal masa depan, mengutip adanya penurunan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager Index/PMI) di zona euro dalam dua bulan terakhir dan pelemahan manufaktur yang sedang terjadi akibat rendahnya jumlah pesanan. "Imbasnya prospek pada kuartal III-2024 terlihat tidak menjanjikan", tutur Colijn.
Terkait Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), lingkungan perekonomian saat ini menunjukkan bahwa pemangkasan suku bunga tetap memungkinkan, mengingat permintaan domestik cenderung tidak mendorong inflasi secara signifikan, imbuh Colijn.
ECB tetap mempertahankan tingkat suku bunga utama dalam pertemuan pada Juli, menyusul perubahan kebijakan yang signifikan pada Juni, saat bank sentral tersebut memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, menandai pemangkasan suku bunga pertamanya sejak September 2019.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










