Pilpres AS Memanas, Begini Nasib Suku Bunga The Fed

AKURAT.CO Kepala Investasi Mercer LLC, Hooman Kaveh menjelaskan bahwa akan ada peluang yang semakin besar bagi Federal Reserve (The Fed/Bank Sentral AS) untuk mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun akibat kontestasi Pilpres AS yang semakin memanas
"Anda akan tergoda jika Anda adalah seorang gubernur The Fed untuk mengatakan 'mari kita tetap seperti sekarang ini, tetap bertahan hingga setelah Pemilu presiden'," kata Hooman Kaveh dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television pada Selasa (23/7/2024) di Melbourne.
Tak hanya itu saja, Kaveh juga memprediksi akan ada dua kali penurunan suku bunga AS sebelum akhir tahun. Meskipun kabar Presiden Joe Biden yang mundur dari persaingan Pemilu dan calon dari Partai Republik Donald Trump yang kemungkinan besar akan menghadapi lawannya dari Partai Demokrat, Kamala Harris, ada potensi skenario tersebut akan berubah, ujarnya.
Baca Juga: Suku Bunga The Fed Ditaksir Turun di September, Powell: Lihat Pasar Tenaga Kerja Dulu
"Pertumbuhan ekonomi solid, lapangan kerja baik-baik saja meskipun sedikit menurun, dan inflasi berperilaku baik, selama segala sesuatunya terlihat baik-baik saja, yang tampaknya memang demikian, dan kebijakan The Fed saat ini tidak memberikan tekanan yang tidak semestinya pada faktor domestik atau internasional tertentu, maka saya pikir mereka mungkin merasa nyaman untuk tetap tenang," paparnya.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg bulan lalu, Trump mengatakan bahwa jika terpilih kembali, ia akan mengizinkan Jerome Powell untuk menjalani masa jabatannya sebagai Gubernur The Fed, yang akan berlangsung hingga Mei 2026.
Seperti yang diketahui, Mercer merupakan bagian dari konsultan dan perusahaan asuransi Marsh McLennan, dan dengan dana kelolaan hingga USD492 miliar di seluruh dunia, akan mengumpulkan para klien di Melbourne minggu ini untuk menghadiri Forum Investasi Global Pasifik, di mana pertanyaan-pertanyaan mengenai perubahan politik akan menjadi salah satu perhatian utama dalam investasi, ujar Kaveh.
"The Fed ingin meminimalisasi campur tangan dalam apa yang jelas-jelas akan menjadi sebuah pemilihan yang penuh dengan perdebatan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










