Akurat

IMF Kembali Pangkas Outlook Pertumbuhan Ekonomi Jepang

Yosi Winosa | 17 Juli 2024, 10:23 WIB
IMF Kembali Pangkas Outlook Pertumbuhan Ekonomi Jepang

AKURAT.CO Dana Moneter Internasional (IMF) kembali menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang tahun ini, di mana penurunan tersebut imbas dari gangguan sementara pada produksi otomotif dan lemahnya investasi pada kuartal pertama.

Mengutip Reuters, IMF memberikan pandangan optimis mengenai konsumsi, karena ada prospek bahwa kenaikan gaji besar yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dalam negosiasi upah musim semi shunto tahun ini akan meningkatkan pendapatan rumah tangga.
 
"Di Jepang, penyelesaian upah shunto yang kuat diperkirakan akan mendukung peningkatan konsumsi swasta mulai paruh kedua," tulis IMF dalam laporan terbaru World Economic Outlook.
 
 
Lebih lanjut IMF memperkirakan perekonomian Jepang akan tumbuh 0,7% tahun 2024 ini, turun 0,2 poin persentase dari outlook bulan April, setelah kenaikan sebesar 1,9% pada tahun 2023. IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 1,0% pada tahun 2025.
 
Pelemahan konsumsi baru-baru ini disebut oleh beberapa analis sebagai faktor yang dapat menghambat Bank of Japan (BoJ) untuk menaikkan suku bunga terlalu cepat dari tingkat mendekati nol saat ini.
 
Menurut Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda optimis terhadap prospek konsumsi, dengan mengatakan bahwa konsumsi kemungkinan akan pulih ketika kenaikan upah meluas dan meningkatkan daya beli rumah tangga.
 
Sumber Reuters menyebutkan, BOJ kemungkinan akan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini pada bulan Juli namun memproyeksikan inflasi akan tetap berada di sekitar target 2% dalam beberapa tahun ke depan, menjaga peluang kenaikan suku bunga bulan ini tetap ada.
 
Perekonomian Jepang menyusut sebesar 2,9% secara tahunan pada bulan Januari-Maret karena gangguan produksi di beberapa produsen mobil dan lemahnya konsumsi yang sebagian disebabkan oleh kenaikan inflasi. Banyak analis memperkirakan pertumbuhan akan kembali pulih pada kuartal April-Juni karena gangguan output otomotif mulai mereda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.