Euro Melemah Usai Kisruh Politik di Prancis

AKURAT.CO Mata uang euro mengalami penurunan pada hari Minggu setelah hasil proyeksi pemilu Prancis menunjukkan parlemen yang 'menggantung' dan kekuatan tak terduga dari kelompok sayap kiri New Popular Front, menciptakan ketidakpastian baru di pasar.
Menurut laporan Reuters pada Senin (8/7/2024), para analis memperkirakan pasar akan merasa lega karena Partai National Rally yang dipimpin oleh Marine Le Pen hanya diperkirakan berada di urutan ketiga setelah putaran pertama pemilu pekan lalu.
Namun, para investor khawatir bahwa rencana sayap kiri Prancis dapat membatalkan banyak reformasi pro-pasar yang telah dilakukan oleh Presiden Emmanuel Macron. Investor merasa cemas bahwa kemacetan politik yang mungkin terjadi dapat menghambat upaya untuk mengendalikan utang Prancis, yang mencapai 110,6% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2023.
Baca Juga: Ketar-ketir Resesi Global, Mata Uang Euro Hingga Dolar Terjungkal?
Mata uang euro turun 0,2% menjadi USD1,081 saat perdagangan minggu ini dimulai. Euro sebelumnya menguat pekan lalu setelah jajak pendapat menunjukkan kemungkinan parlemen yang 'menggantung', meredakan kekhawatiran akan kemenangan sayap kanan.
"Sepertinya partai anti-kanan jauh mendapat banyak dukungan. Tetapi secara mendasar dari perspektif pasar, tidak ada perbedaan dalam hal hasilnya. Benar-benar akan ada kekosongan dalam hal kemampuan legislatif Prancis," kata kepala analisis FX di Monex Europe Simon Harvey.
Proyeksi lembaga survei menunjukkan bahwa aliansi sayap kiri, yang mencakup kelompok sayap kiri, sosialis, dan hijau, diperkirakan akan memenangkan antara 172 dan 215 kursi dari total 577 kursi di parlemen.
Aliansi sentris Macron diperkirakan akan meraih 150-180 kursi, sementara Partai National Rally diperkirakan mendapatkan 115 hingga 155 kursi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










