Akurat

ECB Resmi Pangkas Suku Bunga Jadi 2,5%, Ekonomi Zona Euro Kian Lesu

Demi Ermansyah | 7 Maret 2025, 09:40 WIB
ECB Resmi Pangkas Suku Bunga Jadi 2,5%, Ekonomi Zona Euro Kian Lesu

AKURAT.CO Bank Sentral Eropa (ECB) resmi memangkas suku bunga deposito menjadi 2,5% pada Kamis (6/3/2025) lalu. Hal tersebut menjadi pemotongan keenam sejak Juni lalu, langkah yang sudah diprediksi banyak analis mengingat inflasi mulai jinak dan ekonomi Eropa sedang melemah.

ECB sendiri mengakui bahwa suku bunga saat ini masih cukup membatasi pertumbuhan, walaupun tak seketat sebelumnya. Artinya, peluang untuk pemangkasan lebih lanjut tetap terbuka lebar.

Mengutip dari reuters, inflasi zona euro bulan lalu tercatat di angka 2,4% dan diprediksi kembali ke target ideal 2% pada akhir tahun ini. Dengan kondisi ini, ECB menegaskan bahwa kebijakan moneter perlahan makin longgar alias tidak lagi terlalu ketat.

"Proses disinflasi berjalan sesuai jalur, meski begitu kami tidak akan terburu-buru berharap bakal ada pemangkasan suku bunga lagi dalam waktu dekat. Pasalnya, beberapa pihak di internal ECB mulai bersikap hati-hati menghadapi risiko baru yang muncul," tulis pernyataan ECB.

Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Tinggi, ECB Galau Soal Suku Bunga

Salah satunya terkait ketegangan dagang antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Konflik dagang yang semakin memanas membuat banyak perusahaan menunda investasi, menunggu kejelasan soal kebijakan tarif yang bisa mengganggu arus perdagangan global.

Selain itu, peningkatan belanja militer dan infrastruktur di Eropa juga menjadi perhatian. Jerman dan Komisi Eropa kini gencar mengubah aturan fiskal buat memperbesar anggaran pertahanan, terutama untuk menggantikan peran AS dalam membantu Ukraina. Langkah ini bisa memicu pertumbuhan ekonomi, tapi di sisi lain berpotensi menambah tekanan inflasi.

Dengan proyeksi inflasi masih di level 2% di akhir tahun, pasar memperkirakan ECB masih akan memangkas suku bunga dua kali lagi pada 2025. Namun, lonjakan belanja fiskal bisa saja mengubah rencana tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.