RI-Prancis Kian Mesra, 27 Kesepakatan Bisnis Senilai USD11 Miliar Diteken
Hefriday | 28 Mei 2025, 22:46 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme tinggi terhadap penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis dalam forum bisnis Indonesia-Prancis di Paris.
Dalam pidatonya, Airlangga menyebut momentum ini sebagai penanda strategis kerja sama dua negara yang telah terjalin selama 75 tahun, dengan hasil konkret berupa 27 nota kesepahaman (MoU) senilai total USD11 miliar.
“Total peserta dalam pertemuan ini mencapai 368 orang, termasuk para CEO dan pelaku usaha dari kedua negara. Dan kami mencatat telah ditandatangani 27 MoU, 16 di antaranya disaksikan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Airlangga dalam pertemuan yang diadakan di Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Baca Juga: Peringati 75 Tahun Persahabatan, Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2050
Dirinya menggarisbawahi bahwa hubungan Indonesia dan Prancis tak hanya terfokus pada kerja sama antar pemerintah (G to G), melainkan juga melibatkan sektor bisnis (B to B), bahkan hubungan antar masyarakat (people to people).
“Ini akan membawa Indonesia dan Prancis menjadi mitra yang sangat kuat ke depan,” tambahnya.
Dalam pidato yang disampaikan di gedung bersejarah peninggalan abad ke-17 itu, Airlangga menyebutkan pentingnya kesamaan pandangan antara Indonesia dan Prancis terhadap isu-isu global, termasuk perdagangan multilateral, geopolitik, dan transformasi ekonomi.
“Kita adalah negara yang memiliki filosofi serupa dalam menghadapi tantangan global, baik dari sisi perdagangan maupun iklim investasi,” katanya.
Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prancis atas dukungan terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Ia menginformasikan bahwa naskah awal keanggotaan Indonesia telah diserahkan, dan diharapkan segera diproses melalui pertemuan dewan menteri OECD pekan depan.
Tak hanya itu, Airlangga juga menyinggung pentingnya penyelesaian negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) yang telah berlangsung selama sembilan tahun. Ia mendorong agar seluruh pihak menghentikan tarik-ulur dan segera menyelesaikan perundingan.
“Saatnya kita akhiri negosiasi ini. Tim negosiator kita perlu segera kembali dengan hasil,” ucapnya disambut tawa para peserta.
Di bidang pendidikan, ia menekankan pentingnya akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia di Prancis, khususnya pada bidang sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika (STEAM).
“Tanpa STEAM, tak ada tenaga penggerak. Revolusi industri pertama dimulai dari uap (steam), dan kini kita memasuki era revolusi industri keempat,” tegas Airlangga.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Prancis dalam upaya transisi energi Indonesia melalui program Just Energy Transition Partnership (JETP), yang merupakan warisan Presidensi Indonesia dalam KTT G20.
“Kami berterima kasih karena Prancis tetap konsisten mendukung JETP sebagai bagian penting dari transformasi energi nasional,” katanya.
Menutup pidatonya, Airlangga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta para pelaku usaha dari kedua negara yang telah berkontribusi dalam pertemuan bersejarah ini.
“Gedung ini dulunya pusat pemerintahan kolonial Belanda. Kini menjadi saksi bagaimana Indonesia bangkit dan memperkuat kerja sama strategis dengan Prancis untuk 75 tahun ke depan,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










