Akurat

Menko Airlangga Berperan Sentral dalam Keberhasilan RI Lewati Krisis Covid-19

M. Rahman | 6 Juli 2024, 20:46 WIB
Menko Airlangga Berperan Sentral dalam Keberhasilan RI Lewati Krisis Covid-19

AKURAT.CO Menko Perekonomian RI, Airlangga dinilai berperan dalam menavigasi perekonomian Indonesia keluar dari krisis pandemi Covid-19 lalu.

Menurut Senior Investment Information Mirae Asset, Nafan Aji Gusta, bersama tim ekonomi pemerintahan Presiden Jokowi lainnya, Menko Airlangga berhasil menjalankan sejumlah kebijakan ekonomi strategis yang efektif menangkal dampak krisis Covid-19 agar tak meluas. Di antaranya, penerapan PPKM, pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), vaksinasi, serta bantuan sosial seperti Program Kartu Prakerja.

Salah satu yang juga menjadi penentu adalah Perppu 1/2020 yang memungkinkan pelebaran defisit atau relaksasi kebijakan defisit ABPN di atas 3% selama 3 tahun hingga tahun 2022 sehingga dorongan fiskal bisa digas rem dengan fleksibel namun tetap akuntabel.

Di luar itu, masih ada sejumlah relaksasi lain seperti penurunan tarif PPh Badan sebesar 3% dari 25% menjadi 22%, relaksasi pajak PSME, penundaan pembayaran pokok dan bunga untuk semua skema KUR yang terdampak Covid-19 (strimulus resturkturisasi kredit UMKM) yang juga memainkan peran penting.

"Yang terpenting dari beliau (Menko Airlangga) adalah bisa menjalankan tugas dengan baik. Saya rasa Menko Airlangga beserta tim ekonomi Presiden Jokowi lainnya, semua elit tersebut juga berperan," ujarnya saat ditanya Akurat.co, Sabtu (6/7/2024).

Baca Juga: Sri Mulyani: Transformasi Digital Mampu Dorong Ekonomi di Tengah Masa Krisis Covid-19

Pandangan Nafan juga sejalan dengan Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun. Ia menilai Menko Airlangga adalah arsitek di balik suksesnya Indonesia dalam menghadapi masa krisis saat pandemi Covid-19.

"Airlangga adalah sosok yang berperan penting dalam mengambil kebijakan untuk mengintegrasikan kebijakan fiskal dan moneter," tulisnya dalam disertasi bertajuk 'Telaah Kebijakan Publik atas Peran DPR Mengintegrasikan Kebijakan Fiskal dan Moneter dalam Postur APBN untuk Penanganan Pandemi Covid-19'.

Sebelumnya Menko Airlangga mengatakan Indonesia saat ini berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi dan melanjutkan upaya transisi energi. Pertumbuhan ekonomi tersebut juga seiring keberhasilan kebijakan hilirisasi nikel yang bertujuan meningkatkan nilai tambah perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Kebijakan hilirisasi nikel telah memperbaiki posisi neraca perdagangan Indonesia dan transaksi berjalan Indonesia secara signifikan, yang mencatat surplus sejak tahun 2021. Selain itu, kebijakan ini juga memberikan dampak yang sangat positif terhadap penciptaan lapangan kerja.

Kemudian juga Indonesia berhasil memimpin Presidensi G20 2022 dan dilanjutkan Kepemimpinan ASEAN 2023. Indonesia juga saat ini merupakan negara Asia Tenggara pertama yang memulai proses aksesi keanggotaan OECD.

Keanggotaan Indonesia tersebut tidak hanya akan memberikan manfaat dalam upaya transformasi ekonomi dalam rangka menjadi negara maju berpendapatan tinggi, namun juga meningkatkan relevansi OECD sebagai organisasi yang inklusif. Sebagai ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara, keanggotaan Indonesia di OECD akan turut meningkatkan profil dan signifikansi OECD.

Sementara di sisi transisi energi, upaya Indonesia turut diakui Bloomberg New Energy Finance (Bloomberg NEF) misalnya, yang menilai Indonesia mampu meningkatkan daya tariknya untuk menarik investasi pada ekosistem rantai pasok baterai listrik. 

Saat ini, Indonesia berada dalam peringkat 22 dari 30 negara yang dinilai dalam Bloomberg NEF’s Annual Global Lithium-Ion Battery Supply Chain. Posisi ini akan meningkat hingga peringkat 18 pada tahun 2027, di atas negara G20 lainnya yakni Brazil dan Afrika Selatan. Penilaian tersebut berdasarkan beberapa aspek seperti industri, inovasi, dan infrastruktur; ketersediaan bahan baku; manufaktur baterai; permintaan di sektor hilir; dan kebijakan terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa