Akurat

Ini Alasan KAI Minta PMN Rp2 T

Demi Ermansyah | 1 Juli 2024, 18:18 WIB
Ini Alasan KAI Minta PMN Rp2 T

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meminta tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp2 triliun.

Di mana penambahan PMN ini dilakukan untuk membeli sarana kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, sebagai upaya mengatasi peningkatan jumlah penumpang dan usia kereta yang menua.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo pada saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta.

Didiek menyampaikan bahwa dana ini akan digunakan pada semester II-2024 dan semester I-2025, dengan kebutuhan masing-masing sebesar Rp810 triliun dan Rp2,37 triliun.

Baca Juga: Gandeng KAI dan Pemprov DKI Jakarta, Kemenhub Targetkan Pengembangan Stasiun Tanah Abang Rampung Akhir 2024

"Sebab pengadaan KRL sangat mendesak karena peningkatan penumpang dan kebutuhan peremajaan kereta. Kami memperkirakan jumlah penumpang pada tahun 2024 mencapai 345 juta orang, atau hampir 1 juta penumpang per hari. Saat ini, kapasitas KRL telah terlampaui, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari," ucapnya di Jakarta, Senin (1/7/2024).

Lebih lanjut dirinya memprediksi bahwa tren kenaikan untuk penumpang KRL akan terus meningkat hingga 2027 mendatang.

"Jadi pak, kami memperkirakan akan ada 362 juta penumpang di tahun 2025, 398 juta pada 2026, dan 410 juta pada 2027. Tingginya kepadatan penumpang mengurangi kenyamanan dan meningkatkan risiko keamanan, sehingga perlu penambahan sarana KRL," paparnya.

Tak hanya itu, Didiek juga menjelaskan bahwa ada sekitar 1.088 gerbong kereta yang sudah berusia lebih dari 30 tahun sehingga perlu penggantian/peremajaan hingga 2027 memdatang.

"Rencana pengadaan sarana KRL ini dimulai dari tahun 2023 hingga 2027, dengan penurunan jumlah trainset sebesar 10 pada 2023 dan 19 pada 2024. KAI juga telah memesan 16 trainset dari PT Industri Kereta Api (Persero), yang akan dikirim bertahap hingga 2025," ungkapnya.

Lalu pada 2025 akan diterima 12 trainset baru dari Inka, ditambah 3 kereta impor dan beberapa kereta retrofit. Pada 2026, akan ada 4 trainset baru dari Inka, sementara pada 2027 akan diterima 8 trainset baru lagi, serta memensiunkan 8 trainset yang ada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.