The Fed: Suku Bunga Akan Turun Seiring Redanya Inflasi

AKURAT.CO Gubernur Federal Reserve (The Fed) untuk Bank of New York, John Williams mengatakan bahwa suku bunga akan menurun secara bertahap seiring waktu. Namun, dirinya tidak bersedia menyebutkan kapan Bank Sentral AS akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya.
"Saya memperkirakan suku bunga akan turun secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang, mencerminkan bahwa inflasi kembali ke target 2% dan ekonomi berjalan di jalur yang sangat kuat dan berkelanjutan," ucapnya melalui lansiran Fox Business, Rabu (19/6/2024).
Ketika ditanya apakah The Fed akan memenuhi ekspektasi pasar saat ini untuk penurunan suku bunga pada bulan September, Williams menegaskan bahwa dirinya tidak akan membuat berbagai prediksi dahulu tentang jalur kebijakan yang tepat.
Baca Juga: Ini Alasan Fed Lebih Favoritkan Inflasi PCE Ketimbang CPI Untuk Patokan Kebijakan Moneter AS
"Meskipun begitu, saya berfiikir bahwa saat ini semuanya sedang bergerak ke jalur yang benar, dan semoga pelonggaran pada akhirnya akan terjadi," ucapnya kembali.
Komentar ini merupakan pernyataan publik pertamanya sejak pertemuan kebijakan The Fed pekan lalu, di mana para pembuat kebijakan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5,25%-5,50%.
Tak hanya itu, The Fed juga merilis proyeksi ekonomi yang diperbarui, dimana mereka mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini menjadi satu dari tiga yang diperkirakan pada bulan Maret, setelah data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan-bulan pertama tahun 2024.
Williams mengatakan bahwa bagi The Fed tugas nomor satu mereka yakni memastikan untuk mengembalikan inflasi ke angka 2%. Oleh karena itu, secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa AS masih memiliki pangsa pasar tenaga kerja yang sangat kuat meski beberapa sektor alami perlambatan dalam perekrutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









