Akurat

Dana Abadi Kelolaan LPDP Tembus Rp154,1 T Selama 14 Tahun

Silvia Nur Fajri | 11 Juni 2024, 16:59 WIB
Dana Abadi Kelolaan LPDP Tembus Rp154,1 T Selama 14 Tahun

AKURAT.CO Akumulasi dana abadi yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah mencapai Rp154,1 triliun dari tahun 2010 hingga 31 Mei 2024. Selain itu, akumulasi asset under management (AUM) hingga akhir Mei 2024 tercatat sebesar Rp158,33 triliun.

Sementara surplus yang menjadi reinvestasi sebesar Rp4,2 triliun atau 2,67% dari total AUM, terutama akibat banyaknya kampus di luar negeri yang tutup saat pandemi Covid-19.

"Ini terdiri dari dana abadi pendidikan Rp126,1 triliun, dana abadi penelitian Rp12,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi Rp10 triliun, dan dana abadi kebudayaan Rp5 triliun," ungkap Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Baca Juga: DPR Minta Penghentian Suntikan Dana Pemerintah ke LPDP Tak Ganggu Program Beasiswa

Total AUM tersebut diinvestasikan ke beberapa instrumen seperti deposito (31,94% atau Rp50,57 triliun), obligasi negara (62,96% atau Rp99,68 triliun), serta obligasi korporasi (1,72% atau Rp2,72 triliun).

Selanjutnya, Andin juga menyebut bahwa dana yang ditempatkan di instrumen obligasi korporasi mayoritas berasal dari 13 entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di antaranya yakni Pupuk Indonesia, LPEI, AP II, BMRI, BBRI, SMI, PLN, SMF, SMGR, Danareksa, WSKT dan KAI dengan return sebesar 7,74% yang relatif lebih besar dari obligasi negara dan deposito. 

"Untuk yang deposito, ini ada 21 bank mitra yang sehat dan dia harus ada surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Cara penempatan depositonya kita lakukan dengan lelang, mungkin sebulan bisa dua atau tiga kali. Sifatnya jangka pendek karena kebutuhan LPDP bulanannya cukup tinggi sehingga kita perlu yang sifatnya jangka pendek," jelasnya.

Hingga akhir Mei 2024, jumlah penerima program beasiswa LPDP mencapai 45.577 orang. Selain itu, penerima beasiswa kolaborasi dengan Kemendikbudristek mencapai 536.427 orang dan penerima beasiswa kolaborasi dengan Kemenag sebanyak 40.905 orang.

Untuk program riset, terdapat 2.954 proyek riset yang didanai, termasuk kolaborasi dengan Kemendikbudristek dan BRIN. Dari jumlah tersebut, 983 proyek riset sudah selesai dan memberikan manfaat nyata, dengan total pendanaan proyek riset yang sudah tanda tangan kontrak mencapai Rp2,7 triliun.

Selain itu, Andin mencatat peningkatan jumlah pendaftar program beasiswa LPDP dari tahun ke tahun, kecuali saat pandemi Covid-19. Pada 2023, jumlah pendaftar mencapai 33.337 orang. "Pada pendaftaran seleksi tahap pertama tahun 2024, tercatat 20.210 orang mendaftar program beasiswa tersebut," ujarnya.

Untuk tahun 2025, LPDP akan terus melanjutkan program beasiswa serta layanan riset, perguruan tinggi, dan kebudayaan dengan pagu belanja total sebesar Rp3,934 triliun dan target pendapatan sebesar Rp10,667 triliun.

"Semuanya itu akan kita tingkatkan, baik kualitas maupun kualitas pelaksananya, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pengelola dana di tingkat dunia yang saat ini sudah mulai berkembang," kata Andin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.