Akurat

Jangan Terlena, 6 Tanda Anda Masih Kelas Ekonomi Bawah

Demi Ermansyah | 28 Oktober 2024, 19:43 WIB
Jangan Terlena, 6 Tanda Anda Masih Kelas Ekonomi Bawah

AKURAT.CO Dalam masyarakat modern, kelas sosial menjadi penanda yang kerap membedakan tingkat kesejahteraan, akses terhadap peluang, serta kekuatan ekonomi individu atau kelompok tertentu.

Di banyak negara, warga kelas bawah kerap dihadapkan pada tantangan sosial dan ekonomi yang kompleks. Namun, identifikasi kelas bawah bukan hanya soal pendapatan; berbagai faktor lain turut memainkan peran.

Berikut adalah beberapa tanda-tanda utama yang menunjukkan seseorang termasuk dalam warga kelas bawah, berdasarkan kaidah dan indikator yang umum digunakan oleh ahli ekonomi dan sosiologi, dikutip dari berbagai sumber, Senin (28/10/2024).

1. Pendapatan yang Rendah dan Tidak Stabil

Pendapatan menjadi indikator utama dalam menentukan kelas sosial. Warga kelas bawah umumnya memiliki pendapatan yang rendah, bahkan terkadang di bawah standar kebutuhan hidup minimum.

Baca Juga: Tak Ingin Seumur Hidup Terjebak dalam Middle Income Trap? Hindari 10 Hal Ini

Mereka sering kali bekerja di sektor informal, yang berarti tidak ada jaminan kestabilan pendapatan.

Banyak dari mereka yang bekerja sebagai buruh harian, pedagang kecil, atau pekerja lepas tanpa kontrak kerja resmi. Pendapatan mereka yang fluktuatif menyulitkan upaya perencanaan keuangan jangka panjang.

2. Akses Terbatas terhadap Pendidikan Berkualitas

Tingkat pendidikan yang rendah atau akses yang terbatas terhadap pendidikan berkualitas adalah tanda lain dari warga kelas bawah.

Menurut penelitian sosial, banyak dari kelompok ini yang hanya dapat mengenyam pendidikan dasar dan tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi akibat keterbatasan biaya.

Pendidikan yang rendah ini membatasi mereka dalam memperoleh pekerjaan yang lebih baik, menciptakan siklus kemiskinan antar generasi.inimnya keterampilan kerja juga seringkali membuat mereka terjebak dalam pekerjaan yang tidak menjanjikan kenaikan pendapatan.

3. Keterbatasan dalam Akses Kesehatan

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar, tetapi warga kelas bawah sering kali mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan berkualitas.

Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti biaya kesehatan yang mahal, lokasi layanan kesehatan yang jauh, atau minimnya fasilitas kesehatan yang terjangkau.

Banyak dari mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan, sehingga jika terjadi masalah kesehatan serius, beban ekonomi akan semakin berat.

Beberapa bahkan memilih untuk mengabaikan masalah kesehatan karena takut akan biaya yang tidak mampu mereka tanggung.

4. Hunian Tidak Layak dan Lingkungan Kumuh

Kondisi tempat tinggal menjadi salah satu indikator nyata dari warga kelas bawah. Banyak dari mereka yang tinggal di permukiman padat dan kumuh, dengan akses terbatas pada sanitasi, air bersih, serta fasilitas umum lainnya.

Kondisi lingkungan yang tidak sehat dan padat penduduk ini berpotensi memperburuk kesehatan serta menimbulkan permasalahan sosial lainnya, seperti kejahatan atau kerawanan sosial.

Tempat tinggal yang tidak layak juga dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik penghuninya.

5. Kesulitan Memenuhi Kebutuhan Dasar

Warga kelas bawah sering kali dihadapkan pada kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, pakaian yang layak, dan biaya pendidikan bagi anak-anak mereka.

Banyak dari mereka yang terpaksa berhemat secara ekstrem atau bahkan harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pola konsumsi mereka cenderung mengutamakan harga murah dibandingkan kualitas karena keterbatasan finansial. Keterbatasan ini seringkali membuat mereka rentan terhadap krisis ekonomi atau kondisi darurat yang mendadak.

6. Minimnya Akses Terhadap Kesempatan Ekonomi

Masyarakat kelas bawah biasanya mengalami keterbatasan akses pada peluang ekonomi yang lebih baik. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya modal, keterampilan, atau relasi untuk mengembangkan usaha atau mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Mereka jarang memiliki tabungan atau investasi yang dapat digunakan sebagai cadangan keuangan atau modal usaha. Minimnya akses ini membuat mereka sulit untuk keluar dari jerat kemiskinan dan memperbaiki taraf hidup.

Secara keseluruhan, tanda-tanda seseorang termasuk dalam warga kelas bawah tidak hanya ditentukan oleh pendapatan semata. Pendidikan, kesehatan, hunian, dan akses terhadap kesempatan ekonomi juga menjadi faktor penentu.

Kondisi ini menciptakan lingkaran kemiskinan yang sulit diputus jika tidak ada intervensi dari pemerintah atau lembaga sosial untuk membuka peluang bagi mereka.

Pemahaman atas tanda-tanda ini penting sebagai dasar upaya pengentasan kemiskinan yang lebih efektif dan merata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.