Akurat

Penurunan Suku Bunga Bank Sentral Eropa Tak Diikuti Suku Bunga Pinjaman

Demi Ermansyah | 10 Juni 2024, 15:00 WIB
Penurunan Suku Bunga Bank Sentral Eropa Tak Diikuti Suku Bunga Pinjaman

AKURAT.CO Keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga acuan dikabarkan tidak segera diikuti dengan penurunan suku bunga pinjaman. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Gubernur National Bank of Austria sekaligus anggota ECB, Robert Holzmann.

Di mana dirinya menyampaikan bahwa terlalu dini untuk mengatakan bahwa ECB memulai transisi menuju biaya pinjaman yang lebih rendah setelah memotong suku bunga acuannya minggu lalu. Sebab ECB menurunkan suku bunga deposito menjadi 3,75% dari 4% pada Kamis lalu.

Melansir dari Reuters, ECB mau tidak mau akan tetap menahan diri dari pelonggaran lebih lanjut setelah data upah dan inflasi yang mengecewakan dalam beberapa pekan terakhir. "Ke depan, bank akan berusaha menghindari keterikatan apa pun," ucapnya.

Baca Juga: Rupiah Menguat 14 Poin Usai Bank Sentral Eropa Kerek Suku Bunga

Holzmann berpendapat bahwa saat ini tidak tepat untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Namun, perbedaan suku bunga antara ECB dan Federal Reserve AS perlu dipertimbangkan, terutama karena The Fed telah mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga tahun ini.

Meskipun tidak akan sebanyak tiga kali. Jika hal ini terjadi, dampaknya bisa mempengaruhi nilai tukar euro dan meningkatkan inflasi di zona Eropa. Sebagai informasi, ECB telah mencapai target inflasi sebesar 2%, tetapi inflasi belum stabil di level ini.

Inflasi tahunan zona euro naik kembali menjadi 2,6 persen pada bulan Mei dari 2,4 persen pada bulan April 2024. "Oleh karena itu, kami berharap mencapainya pada tahun 2026," kata Holzmann, seraya menyebut bahwa perhitungan ini didasarkan pada asumsi tidak ada guncangan lebih lanjut. 

Asal tahu, tren suku bunga tinggi bank sentral di berbagai dunia akan berlangsung dalam jangka waktu lama. Lembaga pemeringkat internasional Moody's memperkirakan tren suku bunga tinggi akan berlangsung hingga 2026.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.