Akurat

Minta Restu DPR, Erick: PMN 2025 Sebesar Rp44,24 T Mayoritas Untuk Penugasan Pemerintah

Silvia Nur Fajri | 8 Juni 2024, 13:15 WIB
Minta Restu DPR, Erick: PMN 2025 Sebesar Rp44,24 T Mayoritas Untuk Penugasan Pemerintah

AKURAT.CO Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan bahwa usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tahun anggaran 2025 mencapai Rp44,24 triliun, dengan mayoritas dana tersebut akan dialokasikan untuk penugasan pemerintah. Dari total usulan tersebut, 69% atau sekitar Rp30,4 triliun akan digunakan untuk penugasan pemerintah.

Sementara itu, pengembangan usaha mendapatkan porsi 27% dan restrukturisasi hanya 4%. "Nah ini yang masih kami dorong, apalagi kalau kita lihat catatannya memang 69% dari usulan PMN tersebut adalah penugasan pemerintah yaitu sebesar Rp30,4 triliun," ujar Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jumat (7/6/2024).

Erick menjelaskan bahwa dengan komposisi ini, porsi terbesar PMN digunakan untuk menuntaskan penugasan pemerintah. Ia juga berharap bisa mendapatkan hasil maksimal dari usulan tersebut meskipun Kementerian Keuangan mungkin tidak bisa memenuhi permintaan secara maksimal.

"Walapun sepertinya angka [PMN] yang kami usulkan, dari Kementerian Keuangan sendiri melihat tidak bisa memberikan secara maksimal. Namun, kami masih berusaha," kata Erick.

Baca Juga: Menkeu Usulkan Tambahan PMN Rp50,3 T Lebih Ke 15 BUMN Di APBN 2023

Terdapat 16 BUMN yang diusulkan untuk menerima PMN pada tahun depan. Injeksi terbesar diarahkan ke PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai Rp13,86 triliun yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) fase 2 dan 3. Selain itu, PT Asabri (Persero) diusulkan meraih PMN senilai Rp3,61 triliun untuk memperbaiki struktur permodalan, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dengan usulan sebesar Rp3 triliun.

Asal tahu, PMN sebesar Rp28,2 triliun telah dialirkan ke tiga perusahaan pelat merah, yaitu Hutama Karya, Indonesia Financial Group (IFG), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA). Secara rinci, Hutama Karya mendapatkan suntikan modal negara sebesar Rp18,6 triliun untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Sementara itu, IFG meraih Rp3,6 triliun sebagai dana hasil lelang aset Jiwasraya, dan WIKA mendapatkan Rp6 triliun.

Erick menambahkan bahwa pihaknya masih bernegosiasi dengan Kementerian Keuangan terkait dengan PMN melalui cadangan investasi APBN 2024 senilai Rp13,6 triliun. BUMN yang diusulkan untuk meraih PMN 2024 dari alokasi pembiayaan cadangan investasi adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp2 triliun, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA sebesar Rp1 triliun, dan Hutama Karya sebesar Rp1,6 triliun.

Selain itu, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) alias IFG masing-masing diusulkan meraih Rp3 triliun. Dengan alokasi dana yang besar ini, Erick Thohir berharap bahwa BUMN dapat menjalankan penugasan pemerintah dengan lebih baik dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.