Akurat

Awali Pekan, Rupiah Nanjak 22 Poin ke Rp16.230

Silvia Nur Fajri | 3 Juni 2024, 16:31 WIB
Awali Pekan, Rupiah Nanjak 22 Poin ke Rp16.230

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 22 poin ke level Rp16.230 pada perdagangan Senin, 3 Juni 2024 didorong sentimen eksternal dan internal.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan dari eksternal, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS melonjak 0,3% pada bulan lalu, sejalan dengan kenaikan Maret yang belum direvisi, menurut Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan.

Kenaikan tersebut mendukung spekulasi pasar akan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada September. "Kami melihat tanda-tanda konsistensi dalam data PCE," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2024).

Baca Juga: Tutup Pekan, Rupiah Menguat 12 Poin ke Rp16.252

Meskipun demikian, Federal Reserve telah meningkatkan biaya pinjaman sebesar 525 basis poin sejak Maret 2022 untuk menyeimbangkan permintaan ekonomi. Proyeksi awal pasar terhadap penurunan suku bunga pertama telah bergeser dari Maret ke Juni, dan kini menuju September.

Fokus juga tertuju pada keputusan suku bunga di Eropa dan Kanada minggu ini. Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Kanada diprediksi akan memangkas suku bunga, berpotensi memicu langkah serupa di seluruh dunia. Sementara itu, The Fed juga akan mengadakan pertemuan minggu depan, di mana suku bunga diperkirakan tetap stabil.

Sentimen Internal

Dari internal, sentimen datang Indonesia mencatat deflasi pada Mei 2024 sebesar 0,03% secara bulanan. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa inflasi ini menjadi fokus serius bagi otoritas moneter.

Serta, ia mengatakan Gubernur BI tersebut juga optimis bahwa inflasi inti dapat terjaga berkat ekspektasi inflasi yang terkendali dan kapasitas ekonomi yang besar.

Meskipun demikian, BI memperkirakan inflasi pangan yang volatil akan kembali menurun dengan masuknya musim panen dan dukungan dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.

"Kami harus memperhatikan dinamika ekonomi global dan domestik dalam merencanakan langkah selanjutnya," ujar Perry.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.