Akurat Logo

Tutup Pekan, Rupiah Menguat 12 Poin ke Rp16.252

M. Rahman | 31 Mei 2024, 17:03 WIB
Tutup Pekan, Rupiah Menguat 12 Poin ke Rp16.252

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 12 poin ke level RP16.252 pada perdagangan Jumat, 31 Mei 2024. 

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaini mengatakan rupiah digerakkan oleh sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal, Departemen Perdagangan melaporkan perekonomian AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 1,3% dari bulan Januari hingga Maret, turun dari perkiraan awal sebesar 1,6% setelah revisi ke bawah pada belanja konsumen.

Penurunan peringkat pertumbuhan kuartal pertama terjadi menyusul lemahnya data penjualan ritel dan belanja peralatan, yang berkontribusi terhadap berkurangnya perkiraan penurunan suku bunga Federal Reserve.

Baca Juga: Israel Serang Arafah, Rupiah Ambruk 105 Poin ke Rp16.265

Lonjakan dua hari sebesar 15 basis poin di atas 4,6% untuk imbal hasil Treasury jangka panjang telah membantu mendorong dolar ke level tertinggi dua minggu pada hari Rabu dengan meningkatkan daya tarik utang AS. Dan sejumlah pejabat Federal Reserve memperingatkan dalam beberapa pekan terakhir bahwa bank sentral kurang percaya diri untuk mulai memangkas suku bunga, di tengah tingginya inflasi.

"Rilis indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi ukuran inflasi pilihan The Fed, pada hari Jumat dapat memberikan indikasi lebih lanjut tentang bagaimana bank sentral dapat melanjutkan penurunan suku bunga pada akhir tahun ini," ujarnya dikutip Jumat (31/5/2024).

Ditambahkan, ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed tahun ini telah berkurang di tengah tanda-tanda inflasi yang stagnan, yang terbaru adalah peningkatan mengejutkan dalam sentimen konsumen yang dirilis pada hari Selasa.

Sentimen Internal

Dari internal, kondisi global yang bermasalah akibat tensi geopolitik di timur tengah dan eropa yang terus memanas membuat perekonomian global bermasalah, terbukti dengan turunnya Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal pertama 2024 yang rendah. Dan ini akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia di Kuartal Kedua 2024.

Guna untuk mengangkat konsumsi masyarakat kembali bangkit maka pemerintah harus kembali menggelontorkan stimulus berupa Bantuan Sosial (Bansos) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), sehingga danpak dari kenaikan harga-harga bisa diimbangi dengan bantuan tersebut walaupun hanya 10 Kg per keluarga.

Dalam hal tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sinyal bantuan pangan atau bansos beras bakal diperpanjang hingga tahap 3 pada tahun ini. Adapun, bantuan beras tahun ini pada awalnya direncanakan hanya sebanyak 2 tahap selama Januari- Juni 2024. Artinya, apabila perpanjangan bantuan beras dilanjut hingga tahap 3, maka periode pembagian beras gratis sebanyak 10 kilogram per bulan itu akan berlangsung  dari Juni hingga September 2024.

Kemudian Bank Indonesia harus lebih sigap lagi dalam melakukan intervensi di pasar Valas dan Obligasi di perdagangan DNDF. Andaikata intervensi dipasar kurang kuat. Maka BI harus kembali menaikan suku bunga acuan di bulan Juni 2024 sebesar 25 bps yang bertujuan untuk menstabilkan mata uang rupiah. BI masih ada ruang untuk menaikan suku bunga sebesar 50 bps di 6,75%. Apabila kondisi global terus memanas, harga minyak dunia melonjak tinggi dan rupiah terus melemah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa