Program Makan Gratis Prabowo Capai Rp450 Triliun per Tahun, Bagaimana Masa Depan Indonesia Emas 2045?

AKURAT.CO Indonesia akan memasuki era baru kepemimpinan Oktober nanti. Presiden Joko Widodo akan digantikan oleh Prabowo Subianto untuk masa lima tahun mendatang.
Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto membawa sejumlah program utama yang kerap dirinya kampanyekan selama Pemilu, diantaranya adalah makan siang gratis yang menurut beberapa pengamat akan menghabiskan 13 persen dari total anggaran negara.
Dilansir dari keterangan pers DBS Asian Insights Conference, Indonesia juga baru saja melewati masa Pemilu.
Beberapa analis memperkirakan bahwa program andalan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, yaitu menyediakan makanan dan susu gratis, akan menelan biaya sekitar Rp450 triliun per tahun, atau sekitar 13 persen dari total pengeluaran pemerintah.
Selain itu, proyek Ibu Kota Negara (IKN) dan peningkatan anggaran pertahanan juga akan menyedot dana negara.
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 menargetkan rasio utang terhadap PDB antara 39,77-40,14 persen, lebih tinggi dari target utang pemerintah tahun ini sebesar 38,26 persen.
Oleh karena itu hal ini menuntut perencanaan yang baik oleh pemerintah, terutama oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
“Downstreaming akan diteruskan oleh Prabowo. Dia juga minat terhadap sektor pertanian danmemiliki concern terhadap ketahanan pangan,” jelas Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam acara DBS Asian Insights Conference yang merupakan konferensi tahunan Bank DBS Indonesia di Jakarta, Selasa, (21/5).
Dalam menghadapi ketidakpastian global, Chief Economist and Managing Director DBS Group Research Taimur Baig juga mengungkapkan Indonesia tetap optimis dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi.
Faktor-faktor seperti hilirisasi industri dan peningkatan ekspor non-migas memberikan harapan positif bagi pencapaian target pertumbuhan 5 persen.
"Ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global patut diapresiasi. Pertumbuhan yang stabil memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk tetap teguh dalam mengelola stabilitas harga dan rupiah. Setelah kenaikan suku bunga pada April, walaupun kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut masih ada, beberapa langkah yang dapat diambil mencakup intervensi yang disterilkan, pembelian obligasi, menarik arus masuk melalui surat utang berjangka waktu kurang dari setahun, dan meminta perusahaan BUMN untuk mengoptimalkan/menghentikan pembelian dolar dalam jumlah besar,” imbuhnya.
Indonesia Emas 2045
Secara jangka panjang, Indonesia memiliki cita-cita ambisius yakni Indonesia Emas 2045 untuk menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara dan salah satu dari lima besar ekonomi dunia. Untuk mewujudkan aspirasi ini, diperlukan intervensi dalam strategi hilirisasi industri serta praktik terbaik dalam penerapan ESG.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong juga mengatakan komitmennya mendukung Indonesia Emas 2045.
“Taksonomi hijau Indonesia telah menetapkan standar baru untuk penerapan nilai ESG. Sebagai bank pertama di Singapura yang tergabung dalam Net Zero Banking Alliance, DBS Bank Ltd (Bank DBS) dan Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk mendukung nasabah korporasi dengan solusi keuangan berkelanjutan yang berfokus pada energi terbarukan dan infrastruktur."
"Hal ini dilakukan sebagai wujud kesiapan kami dalam menyongsong transisi energi pada 2050. Kami pun senantiasa mendukung visi ‘Indonesia Emas 2045’ untuk mengubah Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi, mempromosikan pembangunanberkelanjutan, serta kemakmuran regional, ” ungkapnya.
Setelah berakhirnya pemilu, kinerja investasi di Indonesia menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang signifikan.
Fakta ini diperkuat dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di atas 5 persen selama tujuhkuartal berturut-turut.
Lebih dari itu, dengan berbagai kebijakan pemerintah, tingkat inflasi pun masih terjaga rendah.
Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara pun turut memberikan gambaran terkait kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,
“Tahun lalu, kita berhasil menyelesaikan defisit fiskal sebesar 1,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini adalah posisi yang kuat yang diakui oleh komunitas internasional bahwa Indonesia tidak terekspos pada kenaikan suku bunga karena pembiayaan kita berasal dari pasar."
"Anda dapat melihat beberapa negara masih berjuang untuk mengelola situasi utang mereka dan pada saat yang sama juga mengelola pertumbuhan."
"Saya percaya karena ketahanan ekonomi Indonesia, kita dapat meningkatkan defisit fiskal dari 1,6 persen menjadi 1,2 persen terhadap PDB tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelasnya.
Kementerian BUMN pun mengungkapkan akan berkomitmen penuh dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 kedepan dengan memperhatikan isu-isu yang menjadi fokus dunia saat ini.
“Misi BUMN jelas yaitu untuk menjadi pionir dalam ekonomi hijau, pemimpin dalam inklusi sosial, inovator dalam teknologi digital, dan pengembang struktur energi kelas dunia. Dalam inisiatif ini, BUMN berkomitmen untuk membangun masa depan yang sejahtera bagi rakyat Indonesia dan bekerja sama dengan seluruh investor,” pungkas Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Kartika Wirjoatmodjo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









