Akurat

Beda 28 Persen, BPS Ungkap Gap Upah Berdasarkan Gender Terlalu Lebar

Silvia Nur Fajri | 6 Mei 2024, 16:34 WIB
Beda 28 Persen, BPS Ungkap Gap Upah Berdasarkan Gender Terlalu Lebar

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mencatat perubahan signifikan dalam struktur upah ketenagakerjaan pada Februari 2024.

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan berdasarkan data Rata-Rata Upah Buruh Per Bulan Februari 2024 BPS,lapangan usaha dengan rata-rata upah tertinggi adalah aktivitas keuangan dan asuransi, mencapai Rp5,15 juta per bulan.

Di sisi lain, aktivitas jasa lainnya memiliki rata-rata upah terendah, hanya sebesar Rp1,74 juta per bulan.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa rata-rata upah buruh per bulan adalah sebesar Rp3.040.000.

Adapun berdasarkan tingkat pendidikan, rata-rata upah buruh bervariasi, mulai dari Rp1.920.000, untuk yang berpendidikan SD hingga Rp4.690.000, untuk yang berpendidikan Diploma.

Baca Juga: Dukung Capres Yang Berani Naikkan Upah Buruh Minimal 30% 

Dari sisi gender, upah buruh pria dan wanita berjarak hampir sepertiga tepatnya 28,3% atau Rp728.551 per bulan.

"Perbedaan upah juga terlihat dari segi jenis kelamin atau gender, di mana rata-rata upah buruh pria adalah Rp3.300.563, sedangkan untuk buruh wanita adalah Rp2.572.012," ujarnya di Jakarta, Senin (6/5/2024).

Sementara itu, dari jumlah total penduduk yang bekerja sebanyak 142,18 juta orang, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah buruh karyawan atau pegawai, yang mencapai 37,31%, dengan pertambahan sekitar 2,66 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penduduk bekerja status buruh karyawan atau pegawai mengalami penambahan terbanyak yaitu sekitar 2,66 juta orang," imbuh Amalia.

Selain itu, Amalia juga menyampaikan bahwa ada dinamika menarik terkait pekerja bebas di sektor pertanian yang mengalami penurunan sebesar 0,24 juta orang dalam setahun terakhir.

Hal ini sejalan dengan pergeseran struktur ketenagakerjaan menuju pekerja formal. Proporsi pekerja informal juga mengalami penurunan, turun menjadi sekitar 59,17% dari total penduduk yang bekerja.

"Tingkat pendidikan juga memainkan peran penting dalam pola kerja penduduk. Meskipun masih dominan, proporsi penduduk yang berpendidikan rendah, yakni SD ke bawah, mengalami penurunan. Sementara itu, proporsi penduduk dengan pendidikan Diploma ke atas meningkat menjadi 28,8 persen," sambungnya.

Dalam hal jam kerja, terjadi penurunan pada proporsi pekerja penuh, yang sekarang mencapai 65,60%. Sementara pekerja dengan jam kerja tidak penuh, termasuk yang masih mencari pekerjaan, mengalami peningkatan menjadi 34,40%, dengan tingkat setengah pengangguran yang meningkat menjadi 8,52% dari sebelumnya 6,91% pada Februari 2023.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.