Akurat Logo

Rupiah Menguat 74 Poin ke Rp16.185

M. Rahman | 2 Mei 2024, 18:01 WIB
Rupiah Menguat 74 Poin ke Rp16.185

AKURAT.CO Rupiah ditutup menguat 74 poin ke level Rp16.185 pada perdagangan Kamis, 2 Mei 2024. Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditopang sentimen eksternal dan internal.

Dari eksternal, Federal Reserve membatalkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut yang menurunkan dolar dan memberikan sedikit keringanan pada harga komoditas. Namun The Fed masih mengisyaratkan pihaknya tidak terburu-buru untuk mulai memangkas suku bunga.

Fed menawarkan sinyal beragam, menunggu data nonfarm payrolls The Fed mempertahankan suku bunga stabil pada hari Rabu, seperti yang diperkirakan secara luas. Namun Ketua Jerome Powell, dalam pidatonya pasca pertemuan, memberikan sinyal yang agak beragam mengenai arah kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Pasar Fokus ke FOMC Akhir Pekan Ini, Rupiah Turun Tipis 4 Poin ke Rp16.259

Sementara Powell mengatakan bahwa terhentinya disinflasi terutama pada inflasi yang bergerak menuju target The Fed sebesar 2% memberikan sedikit kepercayaan pada bank untuk mulai memotong suku bunga lebih awal.

"Namun Powell juga mengatakan bahwa bank tersebut tidak berencana menaikkan suku bunga lebih lanjut," ujarnya dikutip Kamis (2/5/2024).

Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Urusan Internasional, Masato Kanda, yang mengawasi kebijakan mata uang di Kementerian Keuangan, mengatakan kepada Reuters bahwa dia tidak bisa berkomentar mengenai apakah Jepang telah melakukan intervensi di pasar.

Kementerian Keuangan kemungkinan akan melakukan intervensi di pasar mata uang untuk memberikan sinyal bahwa mereka melihat 160 yen per dolar sebagai batasannya, akademisi Universitas Columbia dan mantan eksekutif kementerian keuangan Takatoshi Ito mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada hari Kamis.

Sentimen Internal

Dari internal, kondisi inflasi Indonesia pada April 2024 mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada April 2024 sebesar 0,25% secara bulanan month on month (MoM), atau lebih rendah bila dibandingkan dengan kondisi inflasi pada Maret 2024 yang sebesar 0,52% MoM. Sementara itu, secara tahunan terjadi inflasi 3% atau year on year (YoY). Sedangkan inflasi secara tahun kalender (April 2024 terhadap Desember 2023) mencapai 1,19%% year to date (YtD).

Sedangkan, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada April 2024 adalah kelompok transportasi dengan inflasi 0,9%, dan andil inflasi sebesar 0,12%. Penyumbang utama inflasi dari kelompok transportasi adalah tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,06%, tarif angkutan antar kota dengan andil inflasi 0,03%, serta tarif kereta api dengan andil inflasi 0,01%.

Kemudian, komoditas lainnya yang juga memberikan andil inflasi April 2024 adalah bawang merah dengan andil inflasi 0,14%, emas perhiasan dengan andil inflasi 0,08%, tomat dengan andil inflasi 0,04%, serta bawang putih dengan andil inflasi 0,02%. Selain itu, terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi. Antara lain, cabai merah dengan andil deflasi 0,14%, beras dengan andil deflasi 0,12%, serta telur ayam ras dengan andil deflasi 0,06%.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa