Akurat

Warteg Kian Mahal, BPS: Dampak Lonjakan Harga Beras

Silvia Nur Fajri | 3 Maret 2024, 01:02 WIB
Warteg Kian Mahal, BPS: Dampak Lonjakan Harga Beras

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pada bulan Februari 2024, beras menjadi faktor utama penyumbang inflasi.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah  mengatakan bahwa harga beras meningkat secara signifikan baik dalam skala bulanan maupun tahunan.

Menurutnya, kenaikan harga beras berdampak pada harga makanan, terutama nasi dan lauk pauk, di berbagai tempat, termasuk di warteg. 

Baca Juga: PPKM Level 2, Ingat! Begini Aturan Terbaru Ngantor Sampai Makan di Warteg

"Pada Februari 2024, komoditas beras kembali mengalami inflasi sebesar 5,32 persen dengan andil sebesar 0,21 persen," katanya dalam konferensi pers, BPS Pusat, Jakarta, Jumat (1/3/2024).

Ditambahkan, harga makanan di warteg yang dapat digambarkan oleh komoditas nasi dan lauk pauk turur terkerek.

"Jadi ketika kita makan dimanapun juga tidak hanya di warteg dengan komoditas nasi dan lauk pauk tercatat mengalami kenaikan," tambahnya.

BPS juga mencatat bahwa kenaikan harga nasi dan lauk pauk berkontribusi sebesar 0,30% terhadap inflasi. Selain itu, BPS mencatat bahwa inflasi secara keseluruhan meningkat menjadi 2,75% secara tahunan pada Februari 2024. 

Habibullah juga menjelaskan bahwa inflasi terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, di mana beras merupakan salah satu komoditas yang memberikan kontribusi signifikan.

"Komoditas yang memberikan andil inflasi kelompok ini antara lain beras, cabai merah, daging ayam ras, sigaret kretek mesin, tomat, bawang putih, dan gula pasir," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.