SBN Ritel Kian Digandrungi, Kemenkeu Targetkan Penerbitan Naik Jadi Rp160 T di 2024

AKURAT.CO Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu menargetkan kenaikan penerbitan SBN ritel di 2024 mengingat tingginya animo masyarakat atau investor.
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel tahun 2024 ditarget naik menjadi kisaran 140-160 triliun.
Target tersebut naik dari capaian tahun 2023 lalu di mana penerbitan seluruh SBN ritel baik konvensional dan syariah mencapai Rp147 triliun, yang juga naik sekitar 38-39% dibanding capaian tahun 2022 sebesar Rp107 triliun.
Baca Juga: Direktur Kemenkeu Sebut Gen Z dan Milenial Kian Minati ORI
Rencananya di tahun 2024 akan diterbitkan 2 seri ORI, 1 seri SBR, 4 sukuk ritel syariah, serta produk tabungan dan wakaf ritel, sehingga total menjadi 7 penerbitan SBN ritel.
"SBN ritel 2024 targetnya naik ke Rp140-160 triliun dengan rencana total akan ada 7 penerbitan SBN ritel," kata Deni kepada wartawan di sela acar SinemORI XXV di Metropole XXI, Jakarta, Kamis malam (15/2/2024).
Deni Ridwan menjelaskan bahwa alokasi dana dari SBN ritel tersebut akan mengalir untuk pembiayaan defisit. Selanjutnya, penerbitan berikutnya direncanakan akan dimulai pada awal Maret dengan penerbitan sukuk ritel.
Diketahui, saat ini pemerintah tengah menawarkan dua seri ORI025, yakni ORI025T3 dan ORI025T6 dengan kupon masing-masing 6,25% dan 6,4% yang ditarget mencapai Rp15-20 triliun dengan tenggat masa penawaran 22 Februari 2024.
Hingga Kamis, 15 Februari 2024, jumlah pemesanan ORI025 mencapai Rp10,87 triliun. Rinciannya seri ORI025T3 senilai Rp8,60 triliun oleh 28.949 investor dan seri ORI025T6 senilai Rp2,27 triliun oleh 8.422 investor.
"Per hari ini, pesanan atau order completed ORI telah mencapai Rp10,87 triliun," tambah Deni.
Deni juga menyoroti situasi di semester kedua, di mana Federal Funds Rate (FFR) dan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) diramal bakal turun. Saat itu, kupon atau imbal hasil SBN ritel maupun non-ritel juga juga turun.
Untuk itu, Deni menekankan bahwa masih ada kesempatan baik untuk mendapatkan yield yang lebih tinggi sebelum penurunan tersebut terjadi. "Pada semester 2, FFR turun, BI rate turun juga, imbal hasil ritel non-ritel juga akan turun," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









