Akurat

ULN RI November 2023 Nanjak Jadi USD400,9 Miliar

M. Rahman | 15 Januari 2024, 18:56 WIB
ULN RI November 2023 Nanjak Jadi USD400,9 Miliar

AKURAT.CO Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2023 naik 2% secara tahunan menjadi USD400,9 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Oktober 2023 sebesar 0,7% (yoy).

Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan naiknya ULN November 2023 terutama disebabkan oleh transaksi ULN sektor publik.

Selain itu, pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global termasuk rupiah juga membuat statistik ULN Indonesia valuta lainnya dalam satuan dolar AS​ naik.

Dirinci, ULN pemerintah per November 2023 mencapai USD192,6 miliar, naik 6% secara tahunan. Kenaikan ULN pemerintah terutama disebabkan oleh peningkatan penempatan investasi portofolio di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan internasional, dalam bentuk sukuk global.

ULN pemerintah tersebar di sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,8% dari total ULN pemerintah), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,6%), jasa pendidikan (16,7%), konstruksi (14,1%), serta jasa keuangan dan asuransi (9,9%).

Baca Juga: ULN RI Oktober 2023 Melandai ke USD392,2 M

"Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,8% dari total ULN pemerintah," ujar Erwin dikutip Senin (15/1/2024).

Sementara ULN swasta per November 2023 mencapai USD196,2 miliar, turun 3,2% secara tahunan dan lebih dalam dibandingkan kontraksi pada bulan lalu sebesar 2,3% (yoy).

Kontraksi pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 6,1% (yoy) dan 2,5% (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi pada bulan sebelumnya masing-masing sebesar 2,4% (yoy) dan 2,3% (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 78,6% dari total ULN swasta.

ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,5% terhadap total ULN swasta. 

Dengan demikian, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per November 2023 mencapai 29,3%, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 87,1% dari total ULN.

"BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa