Akurat

Tahun Pemilu, Menkeu Sebut APBN Tetap Fokus Ke Visi Indonesia Emas 2045

Yosi Winosa | 23 November 2023, 15:21 WIB
Tahun Pemilu, Menkeu Sebut APBN Tetap Fokus Ke Visi Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melaporkan fokus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 dalam memasuki tahun politik atau pemilu di tahun depan.

Menkeu mengatakan bahwa pihaknya (Kementerian Keuangan) akan terus fokus dalam menyelesaikan fondasi menuju Indonesia Emas 2045 agar mencapai high income country (negara berpenghasilan tinggi).

“Karena masalah fundamental tidak bergerak dan tidak berubah hanya karena adanya faktor tahun politik,” kata Menkeu Sri Mulyani dipantau secara daring, Kamis (23/11/2023).

Baca Juga: Jusuf Kalla: Indonesia Emas 2045 Hanya Mimpi Jika Pemilu 2024 Tidak Berjalan Dengan Baik

Menurut Menkeu, Indonesia akan tetap dihadapkan tantangan dalam hal meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) hingga infrastruktur.

“Kita tetap akan berhubungan dengan masalah kualitas SDM Indonesia yang perlu diperbaiki, kita tetap perlu untuk membangun infrastruktur agar meningkatkan produktivitas Indonesia, dan kita juga perlu terus membangun nilai tambah dari industri, dan juga memperbaiki iklim investasi melalui regulasi, kebijakan, serta birokrasi yang simpel," ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani menekankan, bahwa ini akan tetap berjalan walaupun memasuki tahun politik, sehingga kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan langkah yang sifatnya jangka pendek dalam untuk stabilitas dan memberikan perhatian tinggi agar tetap membangun fondasi tersebut.

“Justru pada tahun-tahun ini, kita banyak sekali harus menerjemahkan legislasi yang sudah ditetapkan yang merupakan reform yang sangat fundamental,” ungkap Sri Mulyani.

Sebagai tambahan, APBN 2024 ini telah difokuskan untuk fondasi perekonomian Indonesia pada sektor kesehatan, ketahanan pangan, infrastruktur, pendidikan, perlindungan sosial, ketahanan energi, serta hukum, pertahanan, dan keamanan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.