Akurat

Kucuran Rp200 Triliun ke Himbara Upaya Jamin Adanya Likuiditas di Sektor Keuangan

Ratu Tiara | 24 Oktober 2025, 20:08 WIB
Kucuran Rp200 Triliun ke Himbara Upaya Jamin Adanya Likuiditas di Sektor Keuangan

AKURAT.CO Perihal dobrakan yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai kucuran Rp200 triliun ke Himbara, Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Septian Hario Seto mengungkapkan bahwa dirinya merasa confidence dengan kinerja Menkeu Purbaya.

“Pertama kita dorong dari sisi supply kemudian segi demand, government spendingnya yang kita dorong, kalau ini konsisten dilakukan, saya sangat confidence dengan Pak Menkeu,” ujar Septian Hario Seto.

Baca Juga: Lebih dari Rp112 Triliun Kredit Produktif Tersalur Lewat Bank Himbara

Seto juga mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan oleh Menkeu Purbaya dengan mengucurkan Rp200 triliun adalah upaya untuk me-make sure adanya likuiditas di sektor keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Apakah hal itu serta merta akan memberikan dampak pada peningkatan kredit? Ya belum tentu, tergantung tadi spending government-nya juga naik tapi  dampak yang sudah kami lihat, at least di perbankan itu adalah cost of fund dari Himbaranya turun. Kalau cost of fund turun berarti nati penyaluran-penyaluran kredit juga mesti bisa lebih baik, untuk pinjaman antar bank ini juga bisa lebih baik, second effectnya juga ke bank-bank swasta. Ini harus dilihat secara kombinasi,” ujarnya ditemui dalam acara OCBC Business Forum 2025, Jumat (24/10/2025).

Dalam acara tersebut juga turut dihadiri oleh Danny Quah, Dekan & Li Ka Shing Professor Ekonomi di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore yang turut memberikan pemetaan posisi ASEAN di tengah pusaran ekonomi global kepada para pelaku usaha yang hadir dalam OCBC Business Forum 2025

 Baca Juga: Menkeu Purbaya: Dana SAL Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Swasta

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perang dagang, konflik antar negara, gejolak politik, tarif Trump dan sebagainya, setiap pelaku usaha pasti memerlukan suatu pegangan dan forecast mengenai peluang apa yang masih bisa mereka jadikan pegangan hingga mampu bertahan dengan tangguh di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.

 

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.