Akurat

The Fed Hadapi Tantangan Inflasi dan Penguatan Tenaga Kerja AS

Demi Ermansyah | 12 Oktober 2024, 23:31 WIB
The Fed Hadapi Tantangan Inflasi dan Penguatan Tenaga Kerja AS

AKURAT.CO Gubernur Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menekankan pentingnya tetap waspada terhadap risiko permintaan yang dapat memicu inflasi, meskipun saat ini banyak indikator yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) bergerak ke arah yang lebih stabil. 

Dalam wawancaranya di podcast Odd Lots Bloomberg, Goolsbee menyebutkan bahwa inflasi di AS telah mengalami penurunan signifikan dan pasar tenaga kerja masih tetap kuat, namun risiko ke depan tetap ada.

Saat diwawancara sebelum dirilisnya laporan indeks harga konsumen (CPI) pada 10 Oktober 2024, Goolsbee menegaskan bahwa inflasi yang sebelumnya menjadi perhatian utama kini mulai menunjukkan tren positif. 
 
 
Meski begitu, menurutnya, para pejabat Fed tidak boleh lengah dalam menghadapi kemungkinan kenaikan permintaan yang berpotensi membalikkan tren penurunan inflasi.

Goolsbee mengungkapkan bahwa beberapa indikator seperti rasio lowongan pekerjaan terhadap jumlah penganggur serta tingkat perekrutan dan pengunduran diri menunjukkan pasar tenaga kerja menuju kondisi lapangan kerja penuh yang berkelanjutan. 
 
Namun, ia tetap berhati-hati dan menekankan bahwa meskipun ada data positif, penting untuk tidak berasumsi bahwa ekonomi sepenuhnya aman dari risiko overheating.

"Saya belum melihat bukti kuat yang menunjukkan adanya tren baru yang mengarah pada overheating ekonomi," kata Goolsbee. 
 
Meskipun laporan ketenagakerjaan menunjukkan hasil yang kuat pada bulan lalu, dia menekankan bahwa pembuat kebijakan harus tetap fokus pada gambaran besar, yaitu inflasi yang telah turun drastis dan suku bunga yang masih jauh lebih tinggi dibandingkan masa sebelum pandemi.

Suku bunga yang dipangkas sebesar 50 basis poin pada pertemuan terakhir mencerminkan kekhawatiran The Fed terhadap pelemahan pasar tenaga kerja, namun juga upaya untuk menjaga inflasi tetap berada di jalur penurunan. 
 
Data terbaru yang menunjukkan kenaikan harga konsumen di atas ekspektasi pada September menimbulkan beberapa kekhawatiran, meski para ekonom percaya bahwa indikator inflasi yang lebih diutamakan oleh The Fed mungkin akan tetap stabil atau hanya mengalami kenaikan tipis.

Ke depan, Goolsbee mengatakan bahwa data ketenagakerjaan yang lebih kuat dalam beberapa bulan mendatang dapat mengubah pandangannya tentang suku bunga yang tepat. 
 
Namun, dia juga memperingatkan untuk tidak terlalu terpaku pada hasil satu laporan, dan lebih baik melihat tren secara keseluruhan. "Itu hanya masalah kecil," katanya. 
 
Fokus utama tetap pada gambaran besar, yaitu menjaga inflasi tetap rendah dan memastikan pasar tenaga kerja tetap berada di kondisi stabil.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.