AKURAT.CO Gubernur Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyampaikan bahwa meskipun laporan ketenagakerjaan pada September menunjukkan hasil positif, tidak ada bukti kuat bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami overheating.
Dalam sebuah wawancara di podcast Odd Lots Bloomberg, Goolsbee mengungkapkan bahwa inflasi telah turun secara signifikan dan pasar tenaga kerja tetap tangguh. Ini menandakan bahwa ekonomi masih berada di jalur yang stabil meski ada ketidakpastian global.
Sebelum laporan indeks harga konsumen (CPI) yang sudah dirilis pada Kamis, 10 Oktober 2024, Goolsbee menyoroti bahwa meskipun inflasi sudah mulai melambat, perhatian tetap diperlukan. Para pejabat Fed, menurutnya, harus waspada terhadap potensi permintaan yang bisa memicu inflasi kembali meningkat.
Baca Juga: The Fed Diproyeksikan Pangkas Suku Bunga Lagi, Pasar Kripto Bersiap!
Meski demikian, indikator saat ini, termasuk rasio lowongan pekerjaan terhadap pengangguran serta tingkat perekrutan, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja sedang menyeimbangkan ke tingkat yang dianggap para ekonom sebagai kondisi lapangan kerja penuh yang berkelanjutan.
Goolsbee juga mengklarifikasi bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa ekonomi akan mengalami overheating dalam waktu dekat.
“Saya belum melihat tren baru yang meyakinkan bahwa kita tidak stabil di tingkat lapangan kerja penuh atau bahwa kita sebenarnya akan kembali mengalami overheating,” ujarnya.
Dalam konteks suku bunga, Fed baru-baru ini memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin, keputusan yang diambil setelah melihat adanya pelemahan pasar tenaga kerja. Langkah ini juga didorong oleh tren inflasi yang menuju target 2% Federal Reserve.
Data terbaru yang dirilis pada Kamis menunjukkan kenaikan harga konsumen di atas ekspektasi, meski para ekonom berpendapat bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, yang lebih disukai oleh Fed, mungkin hanya akan mengalami kenaikan tipis pada akhir bulan.
Perekrutan yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan sebelumnya juga membantu meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pasar tenaga kerja yang terlalu cepat. Menurut Goolsbee, jika situasi ini dapat dipertahankan, maka kondisi ini bisa menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi.
Meski demikian, Goolsbee memperingatkan untuk tidak terlalu berfokus pada satu titik data dalam merencanakan kebijakan ke depan. Gambaran besar yang menjadi prioritas, menurutnya, adalah bahwa inflasi telah turun drastis dan suku bunga saat ini jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









