Pasar Nanti Data PCE AS, Rupiah Susut 32 Poin ke Rp15.630

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 32 poin ke level Rp15.630 pada perdagangan Senin, 26 Februari 2024 jelang rilis data PCE AS akhir pekan ini.
Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah ditekan sentimen eksternal dan internal.
Dari eksternal, fokus saat ini tertuju pada data indeks harga PCE AS, ukuran inflasi pilihan The Fed yang akan dirilis akhir pekan ini.Data tersebut diharapkan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai inflasi AS setelah serangkaian data yang sulit untuk bulan Desember dan Januari.
Baca Juga: Ekonom Sebut RI Jauh dari Potensi Krisis Ekonomi
"Beberapa pejabat Fed juga akan menyampaikan pidato pada akhir pekan ini, dan diperkirakan akan mengulangi kembali prospek bank mengenai suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, di tengah kekhawatiran atas tingginya inflasi," ujar Ibrahim dikutip Senin (26/2/2024).
Selain data PCE, pembacaan kedua produk domestik bruto kuartal keempat juga akan dirilis minggu ini, dan diperkirakan akan menunjukkan penurunan pertumbuhan ekonomi AS. Namun tidak sampai pada tingkat yang menjamin penurunan suku bunga lebih awal.
Selain itu, fokus minggu ini tertuju pada data indeks harga konsumen (CPI) Jepang untuk bulan Januari, yang akan dirilis pada hari Selasa. Angka tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi inti berada dalam kisaran target tahunan Bank of Japan sebesar 2%, sehingga memberikan dorongan yang lebih kecil bagi bank sentral untuk memulai pengetatan kebijakan secara agresif.
Presiden China, Xi Jinping dalam pidatonya baru-baru ini menekankan pentingnya logistik dan rantai pasokan bagi perekonomian China, sekaligus mendorong babak baru pembaruan peralatan di China, yang dapat membantu meningkatkan aktivitas industri dan pabrik.
Sentimen Internal Rupiah
Dari internal, sentimen positif datang dari Indonesia jauh dari potensi krisis ekonomi, bahkan kemungkinan potensi krisis tersebut juga sangat kecil, masih di bawah 5%, menurut pandangan ekonom.
Walaupun kenaikan harga beberapa barang yang disebut memicu krisis perekonomian Indonesia. Beberapa kenaikan barang baik BBM dan listrik tidak semuanya benar. Ekonom PermataBank Josua Pardede melihat untuk peluang kenaikan harga BBM, BBM jenis ron 90 atau Pertalite masih akan dipertahankan di level saat ini.
Sekalipun memang ada kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional, ini akan lebih memengaruhi BBM non subsidi yang volume atau konsumsinya terhadap total keseluruhan cenderung terbatas. Sehingga sekalipun ada kenaikan inflasi yang disebabkan oleh harga BBM non subsidi, dampaknya tidak akan signifikan.
Terkait harga beras memang ada kecenderungan harga masih akan dipengaruhi oleh faktor el nino. Untuk itu pihaknya melihat inflasi bulan Februari 2024 yang akan dirilis BPS di awal Maret, ada kecenderungan inflasi pangan masih relatif tinggi. Namun secara keseluruhan dan sesuai konsensus, inflasi pangan ataupun inflasi secara keseluruhan masih tetap terjaga di bawah 3%.
Dari sisi konsumsi masyarakat sendiri jika mengacu pada survei konsumen dan survei penjualan eceran Bank Indonesia, keduanya tidak menunjukkan hal-hal yang mengkhawatirkan atau dalam hal ini terjadi penurunan daya beli masyarakat yang sangat signifikan.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2024 dan secara keseluruhan masih akan tetap dalam kisaran 5% karena kuartal tersebut masih ditopang aktivitas kampanye dan secara keseluruhan nanti pasca pemilu semester kedua 2024 dan juga ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral AS dan BI. Investasi pun diperkirakan akan meningkat dan dari sisi konsumsi masyarakat akan tetap terkendali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 2Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 3Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 4Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 5Kalender Jawa 4 November 2026: Watak Weton Rabu Kliwon yang Dikenal Berwibawa
- 6Prediksi Skor Leipzig vs Man City 5 November 2026: Haaland Jadi Ancaman, The Citizens Diunggulkan
- 7Prediksi Skor AEK Athena vs Real Madrid 5 November 2026: Los Blancos Bidik Kemenangan Keempat
- 8Saham BBCA Tertekan Isu MSCI, Peluang Akuisisi DBS Group Mulai Jadi Perbincangan
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







