Kenapa Orang Suka Ghosting Tanpa Penjelasan

AKURAT.CO Ghosting menjadi fenomena yang semakin sering terjadi dalam hubungan pertemanan, percintaan, bahkan profesional.
Seseorang yang awalnya aktif berkomunikasi bisa tiba-tiba menghilang tanpa kabar, tanpa penjelasan, dan tanpa penutupan yang jelas. Perilaku ini kerap meninggalkan tanda tanya dan luka emosional bagi pihak yang ditinggal.
Baca Juga: Kocak! Abu Nawas Nge-Ghosting Pemilik Kedai, ini Kisah Lucunya
Apa Itu Ghosting?
Ghosting adalah tindakan memutus komunikasi secara sepihak tanpa memberikan alasan atau klarifikasi. Biasanya ditandai dengan pesan yang tidak dibalas, panggilan yang diabaikan, hingga pemblokiran di media sosial.
Ghosting sering terjadi pada hubungan yang belum memiliki komitmen kuat, tetapi tidak jarang juga terjadi dalam hubungan yang sudah berjalan cukup lama.
Kenapa Orang Memilih Ghosting Tanpa Penjelasan?
Ada beberapa alasan umum mengapa seseorang memilih ghosting dibandingkan komunikasi yang jujur.
1. Takut Menghadapi Konflik
Sebagian orang merasa tidak nyaman menghadapi percakapan yang berpotensi memicu konflik atau emosi. Ghosting dianggap sebagai jalan pintas untuk menghindari konfrontasi, meski dampaknya justru menyisakan kebingungan bagi orang lain.
2. Tidak Mampu Mengungkapkan Perasaan
Ada individu yang kesulitan menyampaikan perasaan secara terbuka, terutama jika harus mengatakan hal yang tidak menyenangkan. Alih-alih menjelaskan, mereka memilih menghilang.
3. Kehilangan Minat
Ghosting juga sering terjadi ketika ketertarikan mulai memudar. Daripada menjelaskan bahwa perasaan berubah, sebagian orang memilih diam dan menjauh.
4. Merasa Tidak Memiliki Tanggung Jawab Emosional
Dalam hubungan yang dianggap belum serius, pelaku ghosting sering merasa tidak memiliki kewajiban untuk memberi penjelasan. Ini umum terjadi pada relasi yang bermula dari media sosial atau aplikasi kencan.
5. Faktor Psikologis dan Emosional
Beberapa pelaku ghosting memiliki kecenderungan menghindari kedekatan emosional, takut komitmen, atau belum matang secara emosional. Ghosting menjadi refleksi dari ketidakmampuan mengelola hubungan dengan sehat.
Baca Juga: Kocak! Abu Nawas Nge-Ghosting Pemilik Kedai, ini Kisah Lucunya
Dampak Ghosting bagi Korban
Ghosting bukan sekadar komunikasi yang terputus. Bagi korban, ghosting dapat menimbulkan:
1. Rasa bingung dan overthinking
2. enurunan kepercayaan diri
3. Sulit mempercayai orang lain
4. Luka emosional yang tidak terlihat
Ketidakhadiran penjelasan sering membuat korban menyalahkan diri sendiri.
Apakah Ghosting Selalu Salah?
Dalam beberapa kondisi tertentu, ghosting bisa menjadi bentuk perlindungan diri, misalnya ketika hubungan bersifat toxic, manipulatif, atau mengancam keselamatan. Namun, dalam hubungan yang sehat dan aman, komunikasi tetap menjadi pilihan yang lebih dewasa dan etis.
Cara Menyikapi Ghosting dengan Lebih Sehat
Menghadapi ghosting bukan hal mudah, tetapi ada beberapa langkah yang bisa membantu:
1. Menerima bahwa tidak semua orang mampu berkomunikasi dengan matang
2. Tidak menyalahkan diri sendiri secara berlebihan
3. Menetapkan batasan emosional
4. Fokus pada pemulihan diri dan hubungan yang lebih sehat
Ghosting sering kali lebih mencerminkan kondisi pelaku, bukan nilai diri korban.
Fenomena ghosting tanpa penjelasan mencerminkan tantangan komunikasi di era digital.
Memahami alasan di balik ghosting dapat membantu kita menyikapinya dengan lebih bijak dan menjaga kesehatan emosional dalam menjalin hubungan.
Arika Yafi Fawazzain (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








