Akurat

Kocak! Abu Nawas Nge-Ghosting Pemilik Kedai, ini Kisah Lucunya

| 12 Agustus 2021, 06:29 WIB
Kocak! Abu Nawas Nge-Ghosting Pemilik Kedai, ini Kisah Lucunya

AKURAT.CO  Satu ketika Abu Nawas melakukan perjalanan panjang. Kala itu perutnya belum terisi makanan sedikitpun sehingga ia merasakan keroncongan dengan amat sangat. Saat ia memeriksa kantongnya, ia hanya menemukan beberapa keping uang, sementara perjalannya masih jauh. Jika uang itu digunakan untuk membeli sesuatu, otomatis ongkos untuk perjalanan berikutnya tidak akan terbayar.

Kendati demikian, Abu Nawas tetap melangkahkan kakinya meskipun langkahnya sangat lambat karena kondisi tubuhnya yang sangat lemas. Di tengah-tengah perjalanan, ia melihat sebuah kedai yang ramai akan pembeli, ia tak kuasa untuk melanjutkan perjalanan dan tidak memasukinya. Dari bilik dapur terlihat mengepul asap makanan yang sangat lezat. Abu Nawas langsung menghirup aroma masakan itu dengan kuat-kuat. Dari aromanya saja, ia sudah membayangkan sajian yang lezat untuk dirinya.

Hal itu diulanginya sampai berkali-kali hingga Abu Nawas merasa puas. Setelah itu, ia pun pergi meninggalkan kedai tadi. Dengan senyuman yang sedikit tipis, dia keluar dari kedai itu dan segera melanjutkan perjalanan.

Akan tetapi, belum jauh dia melangkahkan kakinya meninggalkan kedai itu, tiba-tiba saja terdengar teriakan dari seseorang yang ternyata pemilik kedai tadi. Ia berteriak, "Hai, mau kemana? bayar dulu!". Mendengar teriakan itu, Abu Nawas menghentikan langkahnya. Ia segera menghadap si pemilik kedai dengan rasa tenang. Meskipun ia sendiri merasa heran kenapa pemilik kedai menghentikan langkahnya, padahal ia tidak makan ataupun minum sedikitpun di kedai itu.

"Enak saja main nyelonong pergi, bayar dulu, baru boleh pergi," kata pemilik kedai saat mereka sudah berhadapan.

Lalu Abu Nawas menganggukkan kepalanya yang artinya adalah tanda setuju dengan kata-kata si pemilik kedai. Dengan santainya Abu Nawas merogoh kantong uangnya. Akan tetapi uangnya tidak segera diberikan kepada pemilik kedai. Abu Nawas justru bermain-main dengan uang recehnya dengan cara mengocok kantong uangnya, yang lama kelamaan suaranya uang receh itu terdengar kerincing-kerincing.

"Ayo...mana uangnya, cepat bayar!" teriak pemilik kedai. "Baik, ini bayarnya," kata Abu Nawas sambil mengocok kembali uang recehnya sehingga timbul suara kerincing-kerincing. "Lho, mana uangnya, dari tadi cuma mendengar suaranya saja," kata pemilik kedai yang semakin geram melihat tingkah Abu Nawas.

Kemudian Abu Nawas menjawab, "Itu tadi bayarnya, aku bayar pakai suaranya saja karena di kedaimu ini aku hanya dapat baunya saja!," Mendengar jawaban itu, membuat si pemilik kedai hanya bisa tersenyum tipis dengan rasa malunya yang mendatanginya.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.