Akurat

7 Cara Efektif Mengatasi Trauma Perselingkuhan

Herry Supriyatna | 28 September 2025, 23:58 WIB
7 Cara Efektif Mengatasi Trauma Perselingkuhan

AKURAT.CO Perselingkuhan bukan hanya soal pengkhianatan, melainkan luka mendalam yang menghantam kepercayaan dan kestabilan emosi.

Banyak orang yang mengalaminya merasakan gejala mirip trauma, kecemasan, mimpi buruk, hingga pikiran yang terus berulang tentang peristiwa pahit itu.

Meski terasa berat, pemulihan bukan hal yang mustahil. Dengan langkah yang tepat, luka hati bisa perlahan sembuh.

Menurut Verywell Mind, proses pemulihan menuntut restrukturisasi pikiran, penerimaan emosi, dan pendekatan berbasis trauma agar seseorang tidak terjebak terlalu lama dalam rasa sakit.

Trauma akibat perselingkuhan biasanya muncul setelah kebenaran terbongkar. Rasa marah, kecewa, bahkan putus asa sering menghantui keseharian, baik di rumah maupun dalam pergaulan sosial.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyeret korban pada tekanan mental berkepanjangan.

Lalu, bagaimana cara bangkit dari luka perselingkuhan? Berikut tujuh langkah psikologis yang dapat membantu pemulihan:

1. Terima dan Ekspresikan Emosi

Marah, sedih, kecewa, atau merasa tidak berharga, semua perasaan itu wajar. Jangan ditekan. Ekspresikan emosi melalui menulis jurnal, menggambar, atau berbagi cerita dengan orang tepercaya.

Baca Juga: Anies Hadiri Dialog Bersama Ormas Gerakan Rakyat: Kita Masih Punya Stok Pejuang untuk Perubahan

Menurut Verywell Mind, mengekspresikan perasaan secara sehat adalah pondasi awal pemulihan.

2. Atur Waktu Khusus untuk Pikiran Negatif

Pikiran soal perselingkuhan sering muncul berulang. Untuk mencegahnya menguasai hidup, sediakan waktu khusus, misalnya 20 menit sehari, untuk merenung.

Setelah itu, alihkan diri dengan aktivitas positif. Cara ini menjaga keseimbangan antara mengolah rasa sakit dan tetap melanjutkan hidup.

3. Lakukan Restrukturisasi Pikiran

Banyak korban terjebak menyalahkan diri sendiri. Padahal, kesalahan pasangan tidak selalu cerminan diri. Latih pikiran baru yang lebih sehat: “Aku tetap layak dicintai” atau “Perselingkuhan ini bukan sepenuhnya salahku.”

Terapi kognitif terbukti efektif membantu mengganti pola pikir merusak dengan keyakinan yang lebih konstruktif.

4. Cari Bantuan Profesional

Tidak semua trauma bisa ditangani sendiri. Terapis yang berpengalaman dengan metode berbasis trauma, seperti Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR), dapat membantu mengurai ingatan pahit tanpa membuatnya kian membekas.

5. Bangun Jaringan Dukungan Sosial

Baca Juga: Program Gedor Ekspor Pelindo Dorong UKM Transaksi Miliaran di Pameran Internasional

Jangan hadapi sendirian. Berbagi cerita dengan keluarga, sahabat, atau komunitas pendukung memberi ruang untuk merasa dipahami.

Mendengar pengalaman orang lain yang berhasil bangkit juga bisa memberi harapan baru.

6. Rawat Diri Secara Konsisten

Trauma melemahkan fisik dan mental. Karena itu, penting untuk menjaga pola tidur, makan sehat, berolahraga, dan melakukan relaksasi.

Merawat diri bukan egois, tapi syarat mutlak agar pemulihan bisa berjalan optimal.

7. Tentukan Arah Hubungan

Tidak semua pasangan memilih berpisah setelah perselingkuhan. Ada yang mencoba membangun kembali kepercayaan melalui komunikasi sehat dan konseling pasangan, misalnya dengan metode Gottman Method.

Namun, jika hubungan sudah tidak sehat, menetapkan batas baru dan fokus pada pemulihan pribadi sama berharganya.

Mengatasi trauma perselingkuhan memang tidak mudah. Namun dengan menerima emosi, mengolah pikiran, mencari dukungan, dan merawat diri, luka batin bisa perlahan sembuh.

Kuncinya adalah kesabaran dan keberanian untuk melangkah maju menuju hidup yang lebih tenang, sehat, dan bahagia.

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.