10 Alasan Orang Sulit Berhenti Berselingkuh, Nomor 2 Paling Banyak Dialami!

AKURAT.CO Perselingkuhan dalam hubungan sering meninggalkan luka mendalam, terutama jika terjadi berulang kali. Kepercayaan yang hancur dan rantai pengkhianatan membuat ikatan sulit diperbaiki.
Menurut para ahli psikologi, perilaku ini kompleks dan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari biologis hingga lingkungan.
Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa kecenderungan berselingkuh bisa dipengaruhi faktor genetik, meski faktor ini bukan satu-satunya penyebab.
Berikut 10 alasan mengapa seseorang sulit berhenti berselingkuh:
Baca Juga: 959 Tersangka Kerusuhan Agustus
-
Selalu Merasa Kurang – Kebutuhan emosional yang tak terpenuhi membuat sebagian orang mencari pengisi kekosongan di luar hubungan utama.
-
Masalah Jarak – Hubungan jarak jauh menimbulkan kesepian, sehingga orang mencari kehadiran orang lain.
-
Ketergantungan Emosional – Ikatan emosional dengan pihak ketiga membuat sulit melepaskan perselingkuhan.
-
Harga Diri Rendah – Selingkuh memberi rasa dihargai dan diinginkan, meski hanya sementara.
-
Kurangnya Keterampilan Komunikasi – Ketidakmampuan menyelesaikan konflik mendorong pelarian ke hubungan terlarang.
-
Keterikatan Finansial atau Sosial – Faktor ekonomi, status sosial, atau kenyamanan hidup membuat hubungan terlarang sulit dihentikan.
-
Kurangnya Kesadaran Diri – Banyak pelaku tidak menyadari dampak negatif perselingkuhan pada diri dan pasangan.
-
Masalah Psikologis dan Emosional – Depresi, kecemasan, atau sifat narsistik dapat memicu perilaku selingkuh sebagai pelarian dari tekanan batin.
-
Takut Kehilangan “Bahagia Sementara” – Sensasi euforia sesaat dari hubungan terlarang membuat pelaku sulit melepaskan.
-
Kebiasaan Lama – Pola perselingkuhan yang sudah terbentuk lama membuat perilaku ini terasa normal dan sulit diubah.
Perselingkuhan bukan hanya soal ketidaksetiaan, tetapi juga soal psikologi, kebutuhan, dan kebiasaan.
Baca Juga: Cara Edit Foto Romantis dengan Pasangan Pakai Gemini AI, Hanya 5 Langkah!
Memahami akar penyebabnya menjadi langkah pertama untuk memutus siklus pengkhianatan dan membangun kembali kepercayaan dalam hubungan.
Laporan: Nadia Nur Anggraini/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








