AKURAT.CO Rasa tidak percaya diri bisa muncul baik dari faktor internal maupun eksternal. Seseorang yang kurang percaya diri mungkin mengalami tekanan dari lingkungan sosial, atau bahkan tidak memperoleh dukungan dari keluarga terdekatnya.
Kurangnya rasa percaya diri dapat memberikan dampak besar pada masa depan seseorang, misalnya membuat kesempatan baik jadi terlewat atau sulit berkembang.
Oleh karena itu, penting untuk mulai meyakini kemampuan diri sendiri, menghargai setiap proses, dan tidak terlalu terpengaruh oleh perkataan orang lain yang justru bisa melukai hati serta menggoyahkan keyakinan terhadap masa depanmu.
Baca Juga: Kurang Percaya Diri Punya Mata Asimetris? Ini Cara Menyamarkannya
Penyebab Utama Kurang Percaya Diri Pada Seseorang
Faktor Internal yang Menyebabkan Kurang Percaya Diri
-
Trauma Masa Lalu
Pengalaman menyakitkan, seperti pelecehan, perundungan, atau kejadian traumatis lainnya, dapat meninggalkan luka batin mendalam yang meruntuhkan rasa percaya diri.
-
Pola Pikir Negatif
Kebiasaan meragukan kemampuan diri, hanya fokus pada kekurangan, serta membiarkan pikiran negatif berulang-ulang bisa mengikis kepercayaan diri sedikit demi sedikit.
-
Kurangnya Pemahaman Diri
Tidak mengenali kekuatan maupun kelemahan diri sendiri membuat seseorang ragu, mudah bimbang, dan akhirnya kurang percaya diri dalam mengambil langkah.
-
Masalah Kesehatan Mental
Gangguan seperti kecemasan atau depresi sering kali berkaitan erat dengan rendahnya rasa percaya diri dan membutuhkan penanganan profesional.
-
Sugesti Negatif pada Diri Sendiri
Sering berkata dalam hati, “Saya tidak bisa,” sama saja dengan memerintah diri untuk gagal. Bukan karena benar-benar tidak mampu, melainkan karena dorongan untuk berusaha sudah terhenti sejak awal akibat sugesti buruk tersebut.
Baca Juga: Hati-hati! 8 Sikap Sepele Ini Bisa Bikin Kamu Tampak Kurang Percaya Diri Faktor Eksternal yang Menyebabkan Kurang Percaya Diri
-
Keluarga dan Pola Asuh
Kritik yang berlebihan, kurangnya dukungan saat tumbuh kembang anak, atau kebiasaan membandingkannya dengan orang lain dapat membuat anak tumbuh dengan rasa rendah diri.
-
Lingkungan Sosial dan Perbandingan
Tekanan dari lingkungan sekitar, termasuk media sosial yang sering menampilkan standar kesempurnaan, bisa membuat seseorang merasa tidak cukup baik dan selalu membanding-bandingkan yang dimilikinya dengan yang dilihatnya di sosmed
-
Pengalaman Kegagalan
Rasa kecewa akibat kegagalan dan penolakan juga mampu menurunkan rasa percaya diri seseorang, karena dirinya merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi orang lain dapat meninggalkan luka dalam dirinya yang membuatnya kecewa berlebih terhadap diri sendiri.
-
Kurangnya Keterampilan Sosial
Kesulitan berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain sering kali menimbulkan rasa canggung, juga sulit beradaptsi sehingga seseorang merasa tidak percaya diri di lingkungan sosialnya.
-
Kondisi Fisik dan Ekonomi
Ketidakpuasan terhadap penampilan fisik maupun keterbatasan ekonomi bisa menjadi faktor yang menghambat tumbuhnya rasa percaya diri.
Cara Mengatasi Kurang Percaya Diri
-
Kenali Diri Sendiri: Pahami kelebihan dan kelemahan kamu, lalu tetapkan tujuan yang jelas untuk membangun fondasi kepercayaan diri. Tanamkan dalam diri sendiri bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing, jadi kita tidak perlu membandingkan itu dengan yang lainnya. Cukup fokus dengan diri sendiri.
-
Hargai Diri Sendiri: Latih pola pikir positif dan rayakan setiap pencapaian, sekecil apa pun itu. Hal ini, bisa dimulai dengan memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri setiap kali memulai hari.
-
Fokus pada Kekuatan: Hindari membandingkan diri dengan orang lain, alihkan perhatian pada potensi dan kemampuan pribadi.
-
Cari Dukungan: Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater bila mengalami trauma atau masalah mental yang memengaruhi rasa percaya diri. Jauhkan diri dari self diagnose.
-
Mulai dari Hal Kecil: Bangun keberanian dengan menghadapi tantangan sederhana secara bertahap, sehingga kepercayaan diri tumbuh seiring pengalaman. Mulailah dengan langkah kecil yang paling bisa kamu gapai, namun dapat terus dilakukan dengan konsisten.
Nadia Nur Anggraini (Magang)