6 Cara Bijak Menghadapi Pasangan yang Suka Membandingkan Kita dengan Mantan

AKURAT.CO Dalam sebuah hubungan, setiap orang tentu ingin dihargai dan diterima apa adanya. Kita berharap pasangan bisa melihat kelebihan dan kekurangan dengan mata yang penuh kasih, bukan dengan kacamata perbandingan.
Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Ada kalanya pasangan justru membuat kita merasa tidak cukup dengan membandingkan diri kita dengan mantannya.
Kalimat-kalimat kecil seperti “Dulu mantanku begini…” atau “Kalau sama dia, biasanya begitu…” terdengar sepele, tetapi bisa menimbulkan luka yang dalam. Perbandingan semacam ini sering kali menghadirkan rasa minder, marah, bahkan keraguan pada diri sendiri.
Meski terkadang pasangan tidak bermaksud menyakiti, kebiasaan membandingkan tetap saja berpotensi mengikis harga diri dan meretakkan rasa percaya dalam hubungan. Jika dibiarkan berlarut-larut, hubungan bisa kehilangan kehangatan dan berubah menjadi sumber stres.
Karena itu, penting untuk memahami cara yang bijak dalam menanggapinya. Alih-alih terpancing emosi dan menimbulkan pertengkaran baru, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga hubungan tetap sehat.
Baca Juga: Serba Salah, Ari Lasso Pilih Arsipkan Unggahan yang Bela Mantan Istri
Lalu, bagaimana cara menghadapi pasangan yang suka membandingkan dengan mantan tanpa membuat hubungan semakin renggang?
1. Kendalikan Emosi Terlebih Dahulu
Mendengar perbandingan yang tidak enak pasti memicu emosi. Namun, sebelum bereaksi, ada baiknya menenangkan diri dulu. Respons yang terburu-buru justru bisa memicu pertengkaran. Ambil waktu sejenak untuk bernapas dalam, lalu pikirkan cara terbaik menyampaikan perasaanmu.
2. Ungkapkan Perasaan dengan Jujur
Pasangan mungkin tidak sadar bahwa kata-katanya melukai. Karena itu, komunikasikan dengan jujur apa yang kamu rasakan. Katakan dengan lembut, misalnya: “Aku merasa tidak nyaman kalau kamu membandingkanku dengan mantanmu. Aku ingin kita fokus ke hubungan kita sekarang.” Dengan begitu, pasangan lebih mudah memahami sudut pandangmu.
3. Fokus pada Kelebihan Diri Sendiri
Ingatlah bahwa setiap orang unik. Kamu memiliki kualitas yang tidak dimiliki orang lain, termasuk mantan pasanganmu. Daripada merasa rendah diri, lebih baik fokus mengembangkan kelebihan yang sudah ada. Kepercayaan dirimu akan membuat hubungan lebih sehat.
4. Bangun Batasan yang Sehat
Jika kebiasaan membandingkan terus berulang, penting untuk membuat batasan. Tegaskan bahwa hubungan yang sehat seharusnya berpusat pada kalian berdua, bukan bayangan masa lalu. Batasan ini bukan untuk mengontrol pasangan, melainkan untuk menjaga keseimbangan emosi dalam hubungan.
5. Ajak Pasangan Fokus pada Masa Kini
Salah satu cara terbaik untuk mengurangi kebiasaan membandingkan adalah dengan menciptakan pengalaman baru bersama. Ajak pasangan melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti liburan, mencoba hobi baru, atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas. Dengan begitu, pasangan akan lebih terikat pada kenangan kalian berdua ketimbang membandingkan dengan masa lalu.
6. Evaluasi Hubungan Jika Perlu
Apabila semua usaha sudah dilakukan tetapi pasangan tetap tidak berubah, mungkin ini saatnya mengevaluasi hubungan. Apakah kamu merasa dihargai? Apakah hubungan ini membuatmu bertumbuh atau justru melemahkan? Kadang, melepaskan lebih baik daripada terus berada dalam hubungan yang penuh perbandingan.
Menghadapi pasangan yang suka membandingkan dengan mantan memang tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran, komunikasi, dan batasan yang jelas agar hubungan tetap sehat.
Baca Juga: Cara Minta Maaf yang Benar agar Pasangan Bisa Memaafkan
Ingatlah, hubungan yang baik adalah hubungan yang berfokus pada masa kini dan masa depan, bukan bayangan masa lalu. Kamu berhak dicintai dan dihargai tanpa perlu dibandingkan dengan siapapun.
Bunga Adinda (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









