Akurat

Kumpulan Puisi Cinta Chairil Anwar yang Menggema di Relung Hati

Eko Krisyanto | 2 September 2025, 17:03 WIB
Kumpulan Puisi Cinta Chairil Anwar yang Menggema di Relung Hati

 

AKURAT.CO Nama Chairil Anwar selalu menjadi ikon penting dalam sastra Indonesia. Penyair yang dikenal sebagai bagian dari Angkatan ’45 ini menghadirkan puisi dengan gaya baru yang membebaskan bahasa, penuh emosi, dan berlapis makna.

Meski identik dengan semangat perjuangan dan keberanian, Chairil juga menulis karya bertema cinta. Puisinya tentang romansa, kerinduan, dan perpisahan menggema begitu kuat hingga sekarang. Inilah kumpulan puisi cinta Chairil Anwar lengkap yang tetap hidup di hati pembaca lintas generasi.


1. Cintaku Jauh di Pulau

Puisi ini melukiskan kerinduan yang tak tersampaikan, seolah cinta yang terhalang jarak dan ajal.

Teks lengkap:

Cintaku jauh di pulau,
Gadis manis, sekarang iseng sendiri.
Perahu melancar, bulan memancar,
Di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.

Angin membantu, laut terang, tapi terasa
Aku tidak ‘kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
Di perasaan penghabisan segala melaju.

Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!

Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
Kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.


2. Senja di Pelabuhan Kecil

Ditulis untuk Sri Ayati, puisi ini menggambarkan suasana senja yang muram, dengan cinta yang hadir dalam keheningan.

Teks lengkap:

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua,
pada cerita tiang serta temali.

Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.

Gerimis mempercepat kelam
Ada juga kelepak elang menyinggung muram,
desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan.

Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada lagi
Aku sendiri
Berjalan menyisir semenanjung,
masih pengap harap sekali tiba di ujung
dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat,
sedu penghabisan bisa terdekap.


3. Sajak Putih

Puisi cinta Chairil ini sarat metafora, penuh kelembutan, dan menghadirkan cinta sebagai sumber kehidupan.

Teks lengkap:

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagimu menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah??

Buat Miratku, Ratuku!
Kubentuk dunia sendiri
Dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!

Kecuplah aku terus, kecuplah
Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku?


Penutup

Kumpulan puisi cinta Chairil Anwar membuktikan bahwa karya sastra bukan sekadar rangkaian kata, tetapi cermin perasaan manusia yang paling dalam. Membaca puisinya berarti ikut merasakan denyut cinta, kerinduan, dan harapan yang pernah ia tuliskan.

Kalau kamu, puisi cinta Chairil mana yang paling menggema di hatimu? Yuk, bagikan artikel ini di media sosial agar keindahan karya Chairil semakin dikenal generasi muda.

Baca Juga: Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Jawabannya di Sini!

Baca Juga: Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Laporan: Noor Latifah Adzhari/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.